Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Edukasi Kader dengan GeMa CerMat, Cara Puskesmas Prigen Sosialisasi Soal Obat, Apa Itu?

Iwan Andrik • Rabu, 17 September 2025 | 18:05 WIB
EDUKASI: Petugas kesehatan Puskesmas Prigen memberikan edukasi berkaitan penggunaan obat. Dengan cara ini, diharapkan kader-kader kesehatan memahami penggunan obat-obatan kimia dengan benar.
EDUKASI: Petugas kesehatan Puskesmas Prigen memberikan edukasi berkaitan penggunaan obat. Dengan cara ini, diharapkan kader-kader kesehatan memahami penggunan obat-obatan kimia dengan benar.

PASURUAN, Radar Bromo - Salah satu masalah serius yang dihadapi dunia yaitu penggunaan obat tidak rasional.

Berdasarkan survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), lebih dari 66 persen masyarakat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi).

Sedangkan Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan 35,2 persen masyarakat Indonesia menyimpan obat di rumah, baik diperoleh dari resep dokter maupun dibeli sendiri secara bebas.

Proporsi masyarakat yang menyimpan obat keras tanpa resep mencapai 81,9 persen, diantaranya termasuk antibiotik. Data ini membuktikan, bahwa sejumlah besar masyarakat melakukan swamedikasi.

Untuk itu, harus diimbangi dengan informasi yang memadai. Sehingga tidak terjadi kesalahan (Kemenkes RI, 2013).

Swamedikasi ini merupakan fenomena yang terjadi secara global baik negara maju maupun di negara berkembang.

Salah satu metode alternatif dalam melakukan swamedikasi yaitu melalui edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) program yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015 sebagai salah satu upaya untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada di masyarakat terkait obat.

Kegiatan GeMa CerMat di Puskesmas Prigen dihadiri oleh perwakilan kader posyandu dari 5 Desa dan 3 Kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Prigen.

Tujuan dari kegiatan GeMa CerMat kali ini adalah meningkatkan kemampuan kader dalam mensosialisasikan informasi terkait penggunaan obat yang tepat.

Materi yang diberikan kepada kader kali ini, adalah DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang Obat) dengan tepat.

Penggolongan jenis obat-obatan (obat keras, obat bebas terbatas dan obat bebas), membedakan obat generik dan paten, serta mengenal beyond use date (masa kadaluarsa obat setelah kemasan dibuka).

Yuliani Indah, S.Farm. Apt selaku narasumber pada pertemuan kali ini menjelaskan, informasi mengenai bahaya resistensi antibiotik.

“Antibiotik hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Menggunakan antibiotik tanpa indikasi, akan memicu terjadinya resistensi bakteri,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan antibiotik tidak tepat dosis dan tidak digunakan secara rutin sampai habis, dapat menyebabkan resistensi.

Resistensi antibiotik dapat menyebabkan ketidakmampuan antibiotik membunuh bakteri.

Sehingga infeksi ringan dapat menjadi berat dan memburuk bahkan menyebabkan kematian.

Ia menambahkan bahwa penyakit-penyakit tertentu tidak perlu antibiotik. Seperti flu, batuk, dan diare.

Sehingga tidak perlu menyimpan antibiotik sebagai persediaan di rumah. (one)

Editor : Jawanto Arifin
#kader kesehatan #puskesmas prigen