KUKU kuning merupakan penyakit pada kuku manusia. Perubahan pada kuku, baik warna maupun bentuk, bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan tertentu.
Beberapa contoh perubahan kuku yang perlu diwaspadai meliputi kuku berwarna kuning, putih, kebiruan, menghitam, menebal, rapuh, berlubang, atau bahkan perubahan bentuk seperti kuku sendok (koilonychia) atau kuku jari tabuh (clubbing).
Penyebab sakit di kuku bisa beragam. Mulai dari infeksi jamur, kekurangan nutrisi, hingga penyakit serius seperti penyakit paru-paru, jantung, atau hati.
Dokter Spesialis Dermatovenereologi dan Estetika di RSUD Grati dr. Faradiani Rasyidi menjelaskan, kuku yang sehat sejatinya berwarna merah muda transparan dengan permukaan halus.
Tapi tak jarang ditemukan perubahan pada kuku, seperti warna kuning atau bahkan luka. Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang mendasarinya.
Perubahan warna kuku menjadi kuning bisa terjadi pada siapa saja. Baik laki-laki maupun perempuan. Bisa terjadi pada semua usia, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga lansia.
“Perubahan warna kuku bukan berdasarkan faktor keturunan,” sampainya. Melainkan penyebab kuku mengkuning, ada beberapa faktor. Di antaranya, infeksi jamur (Onychomycosis). Ini adalah penyebab paling umum kuku kuning.
Jamur dapat tumbuh di bawah kuku, menyebabkan kuku menebal, rapuh, dan berubah warna menjadi kuning, cokelat, atau bahkan hijau. “Infeksi ini sering kali disertai bau tidak sedap,” kata wanita 34 tahun ini.
Lalu, sindrom kuku kuning (Yellow Nail Syndrome). Meskipun jarang, sindrom ini adalah kondisi kronis yang menyebabkan kuku menebal, melengkung, dan tumbuh lambat. Sindrom ini sering dikaitkan dengan masalah pernapasan misalnya, efusi pleura kronis, bronkiektasis, dan limfedema.
Selain itu penggunaan cat kuku berwarna gelap secara terus-menerus tanpa lapisan dasar (base coat) dapat meninggalkan pigmen pada kuku. “Akan menyebabkannya terlihat kuning,” ujar dokter asal Pondok Alam Sigura-Gura A4/12 Malang.
Kemudian merokok, nikotin dan tar dalam rokok dapat menodai kuku dan jari hingga menyebabkan kuku menguning.
Selain itu, seiring bertambahnya usia, kuku secara alami bisa menebal dan menguning. Ini adalah bagian normal dari proses penuaan dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Penyebab lainnya juga bisa karena kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan kuku kuning, antaranya diabetes. Kadar gula darah tinggi dapat mempengaruhi sirkulasi darah ke kuku.
Juga psoriasis, penyakit autoimun ini dapat menyebabkan penebalan dan perubahan warna kuku. Penyakit hati, dalam kasus yang parah, penyakit hati dapat menyebabkan kuku menguning.
Kekurangan nutrisi, kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12 atau zat besi, dapat memengaruhi kesehatan kuku.
Faradiani menjelaskan, cara penanganan kuku menguning. Katanya, penanganan kuku kuning harus disesuaikan dengan penyebabnya. Perawatan di rumah untuk penyebab umum.
Jika kuku kuning disebabkan oleh penggunaan cat kuku, merokok, atau kekurangan nutrisi ringan, bisa mencoba beberapa cara alami. Untuk menghilangkan noda, bisa memakai lemon. Asam sitrat yang terkandung pada lemon dapat membantu menghilangkan noda.
Ada pula cuka apel, sifat asam pada cuka apel juga bisa membantu. Minyak zaitun, dapat membantu mengembalikan warna cerah kuku. “Cara alami bisa menyembuhkan,” ujarnya.
Hal yang harus dilakukan yakni perubahan gaya hidup, istirahatkan kuku dari cat kuku. Beri jeda beberapa minggu setelah menggunakan cat kuku agar kuku bisa “bernapas”. Pilih cat kuku breathable atau yang bebas formaldehyde.
Berhenti merokok, ini akan sangat membantu mengurangi noda pada kuku. Perhatikan nutrisi, pastikan asupan vitamin dan mineral cukup terutama vitamin B. Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan.
Apabila kondisi kuku kuning semakin parah, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin karena dokter akan menentukan diagnosis penyakit dan penanganan lebih lanjut sebagai contoh obat antijamur bila penyebab kuku kuning karena jamur.
Luka Kuku Bisa Ganggu Kesehatan Fisik
Selain kuku menguning, luka pada kulit kuku juga memengaruhi kesehatan kuku. Bahkan, kesehatan fisik. Namun, jika diatasi dengan benar, kuku akan kembali sehat dan tumbuh.
Dokter Spesialis Dermatovenereologi dan Estetika di RSUD Grati dr. Faradiani Rasyidi mengatakan, luka pada kuku manusia biasanya dipengaruhi oleh trauma fisik.
Penyebab paling umum luka pada kuku adalah jari terjepit. Hal ini dapat menyebabkan memar di bawah kuku atau hematoma subungual yang terlihat kebiruan atau kehitaman.
Luka akibat manikur atau pedikur, penggunaan alat yang tidak steril atau teknik yang salah dapat melukai kutikula atau dasar kuku. Dampaknya bisa infeksi.
Paronikia atau bahasa di masyarakat adalah cantengan, infeksi pada lipatan kuku di sekitar dasar kuku atau samping kuku. Ini dapat disebabkan oleh bakteri, menyebabkan kemerahan, bengkak, nyeri, dan kadang nanah.
Kondisi ini disebut ingrown toenail, yang terjadi ketika sisi kuku tumbuh ke dalam kulit di sekitarnya. Ini bisa menyebabkan nyeri, kemerahan, bengkak, dan kadang infeksi. Dari kondisi kulit, seperti psoriasis kuku, selain menguning, psoriasis juga bisa menyebabkan kuku berlubang-lubang kecil pitting, menebal, dan terpisah dari dasar kuku onikolisis.
Faradiani melontarkan, untuk pertolongan pertama untuk luka kuku yang tidak parah, bisa melakukan penanganan awal di rumah. Bersihkan luka, cuci area kuku yang terluka dengan sabun dan air bersih. Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal.
Hentikan pendarahan, jika ada pendarahan, tekan perlahan luka dengan kain bersih atau kasa steril sampai pendarahan berhenti.
Kemudian kompres dingin untuk yang memar atau bengkak. Untuk kuku yang memar atau bengkak akibat benturan atau terjepit, kompres dengan es yang dibungkus kain selama 15 sampai 20 menit beberapa kali sehari. “Ini membantu mengurangi bengkak dan nyeri,” sampainya.
Oleskan krim antibiotik. Setelah bersih, oleskan krim antibiotik untuk mencegah infeksi. Lalu tutup dengan perban steril, tutup luka dengan perban steril atau plester.
Ganti perban secara teratur minimal dua kali sehari dan jaga agar area tetap kering dan bersih.
Apabila terdapat luka kuku dengan infeksi yang parah, segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan merekomendasikan beberapa penanganan, salah satunya pencabutan kuku yang terinfeksi.
“Pencabutan kuku merupakan prosedur yang aman dan sangat jarang menimbulkan kematian. Kuku baru akan tumbuh kembali,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid