PERNAH mengalami tiba-tiba tak bisa bernapas? Mendadak dada rasanya sakit dan napas tersengal-sengal bahkan butuh oksigen. Jelas ada faktor penyebabnya dan pemicunya bisa bermacam-macam.
Penyebab seseorang mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas ini ada berbagai macam.
Misalnya akibat gangguan paru-paru seperti asma, pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), gangguan jantung seperti gagal jantung, serta kondisi lain seperti anemia, kecemasan, atau bahkan kehamilan.
Kondisi seperti ini sering dihadapi oleh seorang atlet olahraga. Terutama olahraga yang rentan berbenturan seperti tinju atau sepak bola. Ketika seorang atlet beradu fisik dan gerakan yang over, maka kehabisan napas bisa terjadi.
Dalam kondisi seseorang setelah mengalami kecelakaan, sesak napas bisa diakibatkan karena adanya cedera.
Mengapa hal tersebut terjadi? Benturan keras di sekitar dinding dada dan kepala leher seringkali berbahaya.
Tak jarang ditemui, korban kecelakaan tampak terlihat tak banyak mengalami luka di tubuh, namun akhirnya tak terselamatkan. Hal itu bisa jadi disebabkan adanya cedera di dalam.
Cedera atau trauma terhadap beberapa organ tubuh dapat mengakibatkan penutupan jalannya napas.
Jika dibiarkan maka bisa berakibat fatal hingga seseorang mengalami kehabisan napas akibat kekurangan oksigen dan berakhir tidak bisa diselamatkan.
Dalam hal ini apakah yang sebetulnya terjadi? Menurut dr. Anung Sri Handayani Sp.P FAPSR, dokter spesialis paru di Rumah Sakit dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, mengatakan bahwa ada ada beberapa hal yang dapat mengganggu jalannya napas. Salah satunya cedera, cederanya sendiri pun ada berbagai macam.
“Trauma inhalasi, trauma yang mengenai dinding dada ataupun cedera kepala leher bisa berpengaruh terhadap seseorang mengalami hambatan napas,” ujar Anung Sri Handayani.
Lebih lanjut, kata Dokter Anung, beberapa trauma lain yang bisa menghambat jalannya napas adalah trauma wajah, cedera laring/ trakea, luka bakar inhalasi. Sebab lainnya ada benda asing dan cedera pada medula servikalis.
Ketika seseorang mengalami hal sesak napas karena beberapa hal tersebut, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuka jalannya napas.
Bagi pasien kecelakaan misalnya, sebelum ditangani dokter di rumah sakit, pasien bisa dibantu dengan dilakukan pertolongan pertama untuk membuka jalan napasnya.
Sehingga, pasien bisa dapat oksigen lebih banyak, intervensi dini pada jalan napas ini sangat penting sebab dapat menyelamatkan nyawa. Ini disebut juga dengan golden hour.
“Bebaskan jalan napas, stabilisasikan kondisinya dan segera panggil bantuan kesehatan secepat mungkin,” katanya.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan salah satunya dengan membersihkan jalan napas jika ada darah, cairan atau muntahan dengan cara suction atau penghisapan. Selain itu, posisikan kepala lebih tinggi untuk membantu drainase alami.
“Dan jangan dilakukan manuver yang dapat mempengaruhi saluran napasnya,” lanjutnya.
Inipula dalam setiap pertandingan olahraga yang rentan cedera, acapkali ambulans harus standby.
Ambulans yang ada di venue juga harus membawa alat minimal seperti tabung oksigen. Karena cedera yang mengganggu pernapasan, sering pula menjadi cedera fatal. (ran/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni