PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah terus berupaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting.
Sehingga stunting menjadi Program Prioritas Nasional (PPN) di bidang kesehatan.
Hal inilah yang mendorong pemerintah Desa Rejoso Lor bekerja sama dengan instansi terkait yaitu Puskesmas Rejoso, untuk membuat sebuah terobosan. Yakni KIC PELITA.
Di mana, KIC Pelita merupakan kepanjangan dari Kelas Ibu Cerdas Peduli Ibu Hamil dan Balita.
Mengingat, Desa Rejoso Lor, merupakan salah satu desa dari 16 desa di Kecamatan Rejoso yang memiliki prevalensi stunting sebesar 3,98 persen.
Artinya dari 327 balita yang diukur, sebanyak 13 balita mengalami stunting.
Menurut dr Nis Cahyono, Plt Kepala Puskesmas Rejoso, hal ini sesuai dengan inovasi yang tertuang dalam Keputusan Bupati Pasuruan Nomor 445.1/1360/HK/424.013/2023 tentang Penerapan Inovasi Daerah Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan KIC Pelita ini merupakan pengembangan dari kelas ibu hamil dan ibu balita yang sesuai juknis oleh Kementrian Kesehatan Tahun 2019.
Pembaruannya, ada pada metode (online dan offline) dan jadwal kegiatan yang lebih intensif.
Jadwal kegiatan dimaksud adalah kelas online dilakukan seminggu sekali di kelas ibu hamil dan sebulan sekali di kelas ibu balita.
Sementara untuk kelas offline ibu hamil sebanyak 6 kali dan ibu balita sebanyak 6 kali.
Kelas online ini mempunyai keunggulan lebih efektif dan efisien. Karena tidak membutuhkan biaya transportasi dan konsumsi.
Selain itu juga bisa diakses mudah dan lebih banyak sasaran. “Sementara, kelas offline keunggulannya adalah sasaran bisa langsung mempraktikkan teori yang telah disampaikan di kelas online,” ujar dr. Nis Cahyono. (one)
Editor : Jawanto Arifin