Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Stunting Bisa Dicegah di Masa Remaja, Begini Polanya

Inayah Maharani • Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:10 WIB

 

 

HIDUP SEHAT: Sejumlah siswi SMP saat makan bersama di sekolah. Remaja putri memerlukan asupan gizi dan menghindari pola hidup tidak sehat untuk menghindari stunting pada anak
HIDUP SEHAT: Sejumlah siswi SMP saat makan bersama di sekolah. Remaja putri memerlukan asupan gizi dan menghindari pola hidup tidak sehat untuk menghindari stunting pada anak

Kesehatan anak ditentukan oleh pola hidup orangtua, terutama ibu. Peran ibu begitu penting, tak terkecuali untuk menyikapi kasus stunting yang belakangan kasusnya marak terjadi di masyarakat. Rupanya peran menjadi ibu harus disiapkan sejak masih remaja.

REMAJA putri sangat rentan terkena anemia, dan kekurangan gizi. Takdir seorang wanita yang juga memiliki pola haid bulanan, ikut menjadi faktor. Ini juga berisiko tinggi jika suatu saat seorang perempuan melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Dijelaskan oleh bidan Dewi Lestari, S.Keb mengatakan bahwa risiko anak stunting bisa dicegah saat wanita yang akan menjadi calon ibu dalam masa remaja.

Jika asupan gizi diperbaiki sejak remaja, maka cadangan zat gizi dalam tubuh akan cukup saat menghadapi kehamilan nantinya.

“Yang paling penting harusnya stunting itu dicegah dari masa remaja. Karena masa remaja adalah tahap persiapan menuju kehamilan dan peran sebagai ibu, terutama bagi remaja putri,” ungkapnya.

Menurutnya, jika remaja putri mengalami kekurangan gizi, anemia, atau kekurangan energi kronis (KEK) ini berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau panjang badan pendek. Dua kondisi awal itulah yang sering menjadi penyebab stunting.

“Ketika remaja-remaja yang tidak sehat baru memperbaiki gizinya saat hamil, itu kebanyakan sudah terlambat,” terangnya.

Saat menginjak remaja, ada beberapa poin yang menurut Dewi, sangat penting untuk dihindari.

Ini demi menjaga pola hidup yang lebih sehat, terutama saat menyambut masa hamil.

Misalnya mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang dan kurang protein dan zat gizi, melewatkan sarapan, diet ekstrem,  jajan sembarangan (makanan tinggi MSG, gula, dan lemak trans), kurang tidur, minum soda dan berkafein tinggi, terpapar rokok.

Begitu juga dengan pernikahan usia dini. Paling sering adalah tidak mengonsumsi tablet tambah darah.

Lebih lanjut, kata Dewi, saat ini banyak beredar makanan instan yang tinggi MSG dan tidak sehat. Namun makanan seperti ini sangat digandrungi banyak remaja. Itu juga penting untuk dihindari.

“Jadi yang perlu diperhatikan paling penting pertama sekarang adalah pola hidup remaja yang sehat. Remaja sekarang suka jajan yang instan seperti seblak, mie, topoki, cilok, bakso dan sebagainya, itu perlu dikurangi,” lanjutnya.

Dewi bilang, remaja harus selektid dalam milih nilai kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsinya.  Sedangkan Untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan, ibu hamil perlu memperhatikan asupan gizi seimbang serta menghindari makanan atau zat tertentu yang dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Ibu hamil sangat diwajibkan memenuhi kebutuhan protein hewani yang bisa didapat dari ikan, telur, ayam, dan daging. Dengan catatan harus matang sempura.

Sedangkan untuk protein nabati yang mudah didapat adalah olahan kedelai seperti tempe dan tahu, lalu kacang-kacangan.

Sedangkan makanan yang harus dihindari adalah semua makanan mentah atau setengah matangt, terutama pada daging-dagingan yang rentang mengandung bakteri.  Juga makanan bermerkuri tinggi dan makanan tinggi gula dan lemak jenuh

“Faktor penyebab stunting sejak masa kehamilan sangat penting untuk dipahami karena 1.000 hari pertama kehidupan dimulai sejak konsepsi (masa hamil) hingga usia 2 tahun merupakan periode emas yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak” terangnya.  (ran/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#remaja #stunting #gizi