KEJAYAN, Radar Bromo - Pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk memantau kesehatan ibu hamil hingga siap menghadapi masa persalinan.
Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan, akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan.
Hingga saat ini, Angka Kematian Ibu (AKI) masih di kisaran 305 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH).
Sehingga, belum mencapai target yang ditentukan, yaitu 183 per 100.000 KH di tahun 2024.
Demikian juga bayi dan balita yang masih harus kita selamatkan dari kematian.
Kementerian Kesehatan RI menetapkan pemeriksaan ibu hamil atau ANC dilakukan minimal sebanyak 6 kali selama 9 bulan, sebagai bentuk komitmen untuk penyediaan layanan esensial bagi Ibu hamil.
Pemeriksaannya, yaitu satu kali pada Trimester I (usia 0-12 minggu) oleh bidan dengan USG dokter.
Kemudian, 2 kali pada Trimester II (usia 13-24 minggu) oleh bidan , dan 3 kali pada Trimester III (usia 25-40 minggu) oleh bidan dengan USG dokter juga.
Untuk mendukung aktivitas ini, Kemenkes tengah dalam proses menyediakan USG di seluruh provinsi di Indonesia.
Sebelumnya, pemeriksaan USG hanya dapat dilakukan di RS atau Klinik. Namun saat ini, ibu hamil sudah dapat melakukan pemeriksaan di Puskesmas.
AKI dan AKB di Kabupaten Pasuruan masih tergolong tinggi.
Maka UOBF Puskesmas Kejayan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik khususnya Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil.
Kegiatan Inovasi GEPREK IBLIS (Gerakan Pemeriksaan Ibu Hamil dengan USG) sudah diterapkan di Puskesmas setempat.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan seluruh ibu hamil, khususnya di wilayah kerja UOBF Puskesmas Kejayan dapat melewati masa kehamilan sampai melahirkan dengan selamat.
Jika ada risiko selama kehamilan dan persalinan pun, dapat dilakukan deteksi dini dan penatalaksaan yang tepat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh ibu hamil, khususnya di wilayah Puskesmas kami. Dan semoga, Puskesmas kami pun turut andil dalam menurukan AKI dan AKB khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar dr. Halifah, kepala UOBF Puskesmas Kejayan. (one)
Editor : Jawanto Arifin