BANYAK yang gemar minum minuman manis. Apalagi seperti di momen Rmadan lalu hingga Lebaran. Siapapun gemar minum manis karena dapat melegakan tenggorokan. Ada konsekuensi bagi penggemar minuman manis jika kebablasan.
Bukan hanya di toko modern. Minuman manis juga menjamur di pinggir jalan. Hampir di semua tempat, ada stand berbagai jenis minuman manis.
Kali ini, kita tidak akan membahas dampak minuman manis dari segi kesehatan tubuh. Melainkan lebih spesifik pada kesehatan gigi.
Biasanya, hanya anak kecil yang dilarang makan dan minum manis. Namun, untuk orang dewasa, justru jarang dibahas. Karena kesehatan gigi orang dewasa pun akan terdampak.
Menurut salah satu drg Reni Meutia, sebetulnya ada dampak serius yang ditimbulkan akibat terlalu sering makan atau minum manis. Termasuk untuk gigi karena dapat menyebabkan karies atau gigi berlubang.
Karies adalah kerusakan pada lapisan email yang bisa meluas sampai bagian saraf gigi. Ini terjadi akibat adanya aktifitas bakteri dalam mulut.
Sementara itu, sisa makanan manis yang tidak lekas dibersihkan dapat menempel pada gigi. Bakteri tersebut akan memakan sisa makanan manis itu.
“Makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, terutama adalah karies,” katanya.
Sebetulnya sah-sah saja makan dan minum manis asal tidak berlebihan. Kata Reni, panggilan akrabnya, berdasarkan dari jurnal World Health Organizations (WHO) konsumsi gula harian yang baik adalah tak lebih dari 50 gram.
“Konsumsi gula harian itu baiknya sehari dibatasi hanya 50 gram atau setara dengan empat sendok makan,” jelasnya.
Tak hanya itu, rupanya minuman manis yang memiliki kandungan kafein seperti teh dan kopi juga memiliki dampak terhadap kesehatan gigi. Yaitu dapat membuat adanya noda gigi yang biasa disebut stain.
Biasanya warna gigi akan berubah menjadi kekuningan atau bahkan sampai berwarna kecoklatan.
Ini terjadi sebab teh dan kopi sama-sama memiliki kandungan tanin yang mudah menempel pada enamel gigi sehingga membuat gigi berwarna lebih kusam.
“Konsumsi teh dan kopi yang dilakukan secara terus menerus memang akan berdampak pada perubahan warga gigi yang disebut stain,” kata dokter yang merupakan Kepala Puskesmas Dringu itu.
Cobalah Kurangi untuk Mengkondumsi
Bagi Kebanyakan orang, minum minuman manis seakan sudah nyandu. Apalagi bagi kalangan penggemar kopi. Bisa sampai bergelas-gelas setiap hari.
Lalu bagaimanakah cara memperbaikinya jika sudah terlanjur? Drg Reni Meutia menjelaskan bahwa, hal tersebut masih bisa diatasi. Selain dengan mulai mengurangi konsumsi kopi dan teh, kita juga bisa langsung datang ke dokter gigi untuk perawatan scalling atau pembersihan karang gigi.
“Solusinya bisa dengan scalling. Namun jika sudah ada kerusakan gigi segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung pada dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut dan lebih tepatnya,” pungkasnya. (mg/fun)
Editor : Abdul Wahid