LIBURAN adalah waktu yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Namun, seringkali keseruan liburan justru membuat anak-anak kelelahan dan rentan sakit. Aktivitas yang padat, perubahan jadwal tidur, dan paparan berbagai jenis kuman bisa menjadi pemicu.
Jangan panik. Ada beberapa tip yang bisa Anda lakukan agar si kecil tetap sehat dan ceria pascaliburan.
Anak Mudah Lelah saat Liburan
Liburan memang menyenangkan, namun perubahan drastis dalam rutinitas anak seringkali membawa dampak yang tak terduga. Bayangkan saja, ketika kita berpindah dari satu zona waktu ke zona waktu lainnya, tubuh si kecil harus beradaptasi dengan ritme tidur yang baru. Hal ini bisa membuat mereka sulit tidur di malam hari atau malah mengantuk di siang hari.
Selain itu, aktivitas fisik yang padat selama liburan juga bisa menjadi penyebab kelelahan. Bermain seharian di pantai, mengunjungi berbagai tempat wisata, atau mengikuti berbagai kegiatan seru tentu mengasyikkan, namun juga bisa membuat tubuh kecil mereka kelelahan.
Tidak hanya itu, berinteraksi dengan banyak orang di tempat umum juga meningkatkan risiko anak terpapar berbagai macam kuman. Hal ini bisa menyebabkan mereka mudah sakit, seperti pilek atau demam.
Terakhir, perubahan lingkungan dan rutinitas yang cukup signifikan selama liburan bisa menjadi pemicu stres pada anak. Jauh dari rumah dan orang-orang terdekat, anak mungkin merasa tidak nyaman dan cemas.
Tip Agar Anak Tetap Sehat selama Liburan
- Istirahat yang Cukup:
Usahakan agar anak tetap tidur siang, terutama jika mereka masih balita atau batita. Ciptakan suasana tidur yang nyaman dan tenang di tempat menginap. Tetap batasi penggunaan gadget sebelum tidur.
- Atur Jadwal yang Fleksibel:
Jangan memaksakan terlalu banyak aktivitas dalam satu hari. Tetap sediakan waktu istirahat di antara aktivitas. Jika perlu, libatkan anak dalam merencanakan kegiatan liburan agar mereka merasa lebih bersemangat.
- Jaga Asupan Nutrisi:
Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Bawa bekal makanan sehat jika bepergian. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran.
- Jaga Kebersihan:
Ajak anak mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan. Bawa hand sanitizer untuk antisipasi jika tidak ada air dan sabun.
- Perhatikan Tanda-Tanda Kelelahan:
Jika anak terlihat lelah, segera istirahatkan. Jangan ragu untuk membatalkan beberapa rencana jika anak sakit.
Saat anak kelelahan, tubuhnya menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Kelelahan yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyerang. Berikut adalah beberapa penyakit yang seringkali mengancam anak saat kelelahan:
Penyakit yang Sering Menyerang Anak saat Kelelahan
Liburan memang menyenangkan, namun di balik keseruannya, tubuh kecil anak-anak juga perlu beradaptasi dengan perubahan yang cukup signifikan. Saat daya tahan tubuh mereka menurun akibat kelelahan, berbagai penyakit pun mengintai. Flu, pilek, atau sakit tenggorokan yang sering kita sebut ISPA, menjadi salah satu tamu tak diundang yang umum muncul.
Selain itu, kelelahan juga bisa membuat anak kurang memperhatikan kebersihan diri. Akibatnya, risiko infeksi saluran kemih pun meningkat. Demam yang muncul saat tubuh melawan infeksi pun terasa lebih menyiksa ketika kondisi tubuh sedang lemah.
Tidak hanya itu, gangguan pada sistem pencernaan seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut juga kerap menyertai kondisi kelelahan. Bahkan, kulit si kecil pun bisa ikut terdampak. Kulit yang kering dan lelah menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi, sehingga muncul ruam, eksim, atau jerawat.
Faktor-faktor yang Memperburuk Kelelahan pada Anak
- Kurang Tidur: Kebutuhan tidur anak berbeda-beda tergantung usia. Kurang tidur dapat membuat anak mudah lelah dan rentan sakit.
- Nutrisi yang Tidak Cukup: Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- Stres: Stres akibat perubahan lingkungan, tekanan sekolah, atau masalah keluarga dapat membuat anak mudah lelah.
- Aktivitas Fisik yang Berlebihan: Terlalu banyak beraktivitas fisik tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan kelelahan.
Direktur RSUD Bangil dr Arma Roosalina menyarankan agar orang tua segera memeriksaan anak lebih lanjut jika mengalami kelelahan yang tidak kunjung hilang atau gejala lain yang mengkhawatirkan. Itulah kenapa, rumah sakit pelat merah itu juga telah melengkapi fasilitasnya dengan Graha Pelita Hati, sebuah gedung khusus yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi anak-anak.
Gedung berlantai tiga ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari ruang rawat inap standar hingga unit perawatan intensif anak (PICU) untuk menangani kondisi medis yang serius.
”Lantai pertama khusus untuk Kelas Rawat Inap Standart (KRIS). Kemudian lantai dua untuk ruang HCU (high care unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) alias ruangan yang digunakan untuk merawat anak-anak yang mengalami kondisi medis serius dan mengancam jiwa dengan total 16 tempat tidur; serta Lantai ketiga untuk rawat inap VIP dan VVIP dengan 10 tempat tidur,” bebernya.
Disamping itu, Arma juga menjelaskan RSUD Bangil punya 4 dokter spesialis anak yang siap untuk memberikan pelayanan pada anak-anak yang dalam kondisi sakit dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.
”Kami punya empat dokter spesialis anak dengan skill yang mumpuni dan siap memberikan pelayanan terbaiknya,” ujarnya. (tom/fun)
Editor : Ronald Fernando