MEMASUKI usia senja tidak jarang membuat penglihatan seseorang mengalami penurunan fungsi. Salah satu gangguan penglihatan yang sering dialami pada orang lanjut usia adalah degenerasi makula. Penyakit ini terjadi akibat penuaan.
Dokter Spesialis mata, dr Dian Ratna mengungkapkan degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD) adalah gangguan penglihatan yang biasa terjadi pada orang lanjut usia akibat degenerasi atau penurunan fungsi makula. Yaitu bagian kecil di saraf mata atau retina.
Retina merupakan bagian belakang mata yang berfungsi menerima cahaya masuk ke mata dan meneruskannya ke saraf penglihatan.
Area makula sendiri adalah area yang sensitif terhadap cahaya dan bertanggung jawab untuk memastikan tajamnya penglihatan.
"Degenerasi atau penurunan fungsi makula ini terbagi menjadi dua tipe. Yaitu tipe kering dan basah," kata Nana-sapaannya.
Ia menjelaskan, tipe kering adalah penipisan pada makula sehingga muncul drusen (gumpalan protein kecil kekuningan).
Makula yang terus menipis akhirnya akan mati (atrofi) dan menimbulkan bintik kehitaman di tengah-tengah penglihatan.
Sementara tipe basah memiliki gejala yang lebih berat namun jarang terjadi. Ciri cirinya seperti tipe kering namun ditambah dengan adanya ketidaknormalan pembuluh darah di bawah retina. Sehingga dapat mengalami kebocoran yang dapat melukai makula.
"Tidak diketahui secara pasti apa penyebab degenerasi makula. Namun kondisi ini diduga berkaitan dengan beberapa faktor. Mulai dari usia hingga ada riwayat," tutur Nana.
Dokter spesialis mata di RSUD Grati Pasuruan ini menuturkan, sebagian besar penderita degenerasi makula adalah lansia berusia 50 tahun ke atas.
Mereka biasanya memiliki keluarga dengan riwayat degenerasi makula, punya kebiasaan merokok hingga mengalami obesitas.
Gejala degenerasi makula, adanya penurunan penglihatan terutama bagian sentral.
Terdapat bintik hitam di tengah penglihatan. Seperti melihat orang tetapi wajahnya buram, atau saat melihat garis lurus, justru terlihat bergelombang.
"Sebaiknya saat seseorang sudah berusia di atas 50 tahun, mereka melakukan pemeriksaan mata rutin," sebut Nana.
Tetap Butuh Tindakan
Degenerasi Makula tidak dicegah ataupun disembuhkan. Bahkan tidak jarang, gangguan penglihatan pada lansia ini tidak menimbulkan gejala. Namun tetap butuh tindakan untuk mengurangi dampak yang diakibatkan.
dr Dian Ratna menjelaskan, pencegahan degenerasi makula saat ini tidak ada. Karena terdapat faktor genetik yang tidak bisa dicegah. Jika sudah ada tanda dan gejala, sebaiknya segera di periksakan ke dokter mata.
"Pasien akan dilakukan pemeriksaan penunjang, salah satunya adalah optical coherence tomography (OCT)," tutur Nana.
Seringkali degenerasi makula tipe kering tidak menimbulkan gejala. Umumnya baru diketahui saat dilakukan pemeriksaan mata. Jika sudah terjadi perdarahan di daerah makula pada tipe basah, pilihannya adalah suntik atau pembedahan.
Namun pembedahan ini hanya untuk membersihkan darah yang ada di makula. Sementara, untuk penglihatan setelah pembedahan tergantung kondisi makulanya.
"Yang perlu diketahui, degenera makula tidak bisa di sembuhkan. Tindakan suntik atau pembedahan bukan untuk menghilangkan degenerasi, tapi mengatasi perdarahan," tuturnya. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid