Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sarapan Kenyang tanpa Nasi, Emang Bisa? Yuk Cek Alternatif Makanan Sehat dan Bergizi di Sini

Muhamad Busthomi • Sabtu, 16 November 2024 | 16:25 WIB
BEKAL SEHAT: Ely Erlina Arianti, guru SDN Kalirejo II menunjukkan bekal sarapan yang dibawa. Pola hidup sehat, mengganti nasi dengan sayur-sayuran dan protein hewani menjadi pilihan ibu tiga anak ini.
BEKAL SEHAT: Ely Erlina Arianti, guru SDN Kalirejo II menunjukkan bekal sarapan yang dibawa. Pola hidup sehat, mengganti nasi dengan sayur-sayuran dan protein hewani menjadi pilihan ibu tiga anak ini.

NASI merupakan makanan pokok yang hampir selalu menjadi andalan dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia.

Sampai-sampai, ada ungkapan kalau belum ketemu nasi, artinya belum makan.

Namun, seiring dengan semakin populernya tren hidup sehat, banyak orang mulai beralih dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama.

Mencari alternatif yang lebih bergizi dan lebih ringan bagi tubuh.

Makanan pengganti nasi yang berasal dari sumber alami dan penuh nutrisi kini semakin banyak dicari.

Terutama oleh mereka, yang ingin menjaga pola makan lebih sehat tanpa mengorbankan rasa kenyang.

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, terutama yang berbasis real food, membuat banyak orang mulai mencari alternatif pengganti nasi yang lebih bergizi dan sehat. Apa saja pilihan tersebut?

Berikut adalah beberapa contoh real food yang bisa menjadi pilihan sehat:

  1. Buah Segar: Seperti apel, pisang, jeruk, dan berry. Buah-buahan ini kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
  2. Sayuran Segar: Contoh seperti brokoli, bayam, wortel, dan paprika. Sayuran merupakan sumber antioksidan dan nutrisi penting lainnya.
  3. Biji-bijian Utuh: Seperti beras merah, quinoa, oats (gandum utuh), dan barley. Biji-bijian ini lebih bergizi dibandingkan dengan biji-bijian yang diproses.
  4. Protein Berkualitas: Termasuk daging tanpa lemak (seperti ayam, sapi, atau ikan), telur, dan sumber nabati seperti kacang-kacangan (kacang hitam, lentil, dan chickpea).
  5. Lemak Sehat: Seperti alpukat, minyak zaitun, minyak kelapa, dan kacang-kacangan (almond, walnut).
  6. Produk Susu Asli: Seperti yogurt alami tanpa tambahan gula, keju yang tidak diproses, dan susu segar.
  7. Herbs dan Rempah-rempah: Seperti basil, peterseli, jahe, dan kunyit, yang dapat memberikan rasa dan manfaat kesehatan tanpa bahan tambahan yang tidak sehat.
  8. Madu atau Sirup Maple: Sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan dengan gula olahan.

 

Jaga Kesehatan dengan Makanan Minim Olahan

Real food adalah makanan asli yang tidak atau sedikit diproses, bebas dari bahan kimia tambahan, pemanis buatan dan pengawet.

Real food juga dikenal dengan istilah clean eating. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI pada 2019 lalu merilis masalah gizi buruk serta gizi lebih atau obesitas, seringkali dipicu pola makan.

Beralih dari makanan olahan ke real food (makanan utuh) bukan hanya tren, tetapi juga pilihan bijak untuk menjaga kesehatan tubuh.

Makanan yang alami dan minim pengolahan, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, terbukti membawa banyak manfaat kesehatan.

Real food memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan makanan olahan, yang artinya makanan ini tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

Selain itu, makanan berbasis sayuran dan buah dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh, yang berfungsi melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan.

Ely Erlina Arianti membagikan pengalaman pribadinya setelah mengubah pola makan keluarganya menjadi berbasis real food.

Salah satu perubahan yang ia terapkan adalah mengganti sarapan nasi dengan hidangan berbahan dasar sayuran dan protein hewani.

Sebagai contoh, sarapan mereka kini terdiri dari wortel, kol ungu, daun selada, jagung manis dan ayam panggang.

Sayuran-sayuran tersebut hanya dicuci bersih tanpa dimasak, kecuali jagung yang direbus.

Dulu, Ely sering merasa lelah setelah makan nasi. Namun setelah menggantinya dengan lebih banyak sayuran dan protein, ia merasa energinya lebih stabil.

“Sekarang, setelah mengganti nasi dengan sayuran dan protein hewani, energi saya lebih terjaga,” kata Ely.

Apalagi, aktivitas sebagai pengajar di SDN Kalirejo II menuntutnya bisa tetap fokus seharian.

Meski diakuinya, sarapan real food terasa agak hambar, Ely mengakali kekurangan rasa dengan menambahkan dressing salad. Supaya tetap ada cita rasa dalam makanan yang ia konsumsi.

Ia menyebutkan, bahwa dressing salad sudah banyak dijual di minimarket. Tetapi banyak di antaranya yang mengandung gula, perasa, dan pengawet.

Hal ini dapat mengurangi manfaat sehat salad itu sendiri. Karena itu, Ely lebih memilih untuk membuat dressing salad sendiri, dengan bahan-bahan seperti telur, bubuk cabai, minyak wijen, dan minyak zaitun.

Perempuan 37 tahun itu merasa kenyang lebih lama setelah mengubah pola makan ini, dan yang paling penting, berat badannya pun turun tanpa merasa kelaparan.

Selain itu, konsumsi real food juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

Makanan alami yang kaya serat mendukung pencernaan yang lebih baik. Sementara senyawa bioaktif dalam buah dan sayuran, dapat melawan peradangan yang berhubungan dengan penyakit kronis.

Namun, bukan berarti makanan-makanan minim olahan itu ia konsumsi sepanjang hari. Ely tetap mempertahankan kebiasaan makan nasi pada siang hari.

“Saya hanya mengubah kebiasaan sarapan saja,” jelas ibu tiga anak itu.

Berbagai alternatif pengganti nasi yang berbasis makanan utuh, memberikan pilihan sehat bagi mereka yang ingin tetap kenyang tanpa nasi.

Pola makan ini tidak hanya membuat tubuh lebih sehat, tetapi juga membantu menjaga metabolisme dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Kini, pilihan untuk “kenyang tanpa nasi” tidak hanya bergantung pada tren. Tetapi juga manfaat kesehatan yang signifikan. Jadi, apakah Anda siap menggantikan nasi dengan pilihan makanan yang lebih sehat dan bergizi? (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#sayur-sayuran #nasi #Real food #protein