Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pahami Gejala-Dampak Penyakit Infeksi Saluran Kemih dan Hal yang Perlu Dihindari

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 9 November 2024 | 20:25 WIB

dr Beny Rayen Suhendra
dr Beny Rayen Suhendra
 

PERNAH merasa nyeri saat buang air kecil? Kondisi seperti ini tidak bisa diremehkan. Dalam istilah medis, rasa nyeri ini dikaitkan dengan infeksi saluran kemih (ISK), tetapi bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor lain. Orang Jawa mengenalnya dengan sebutan anyang-anyangan.

“ISK terjadi lantaran peradangan ada saluran kemih. Anyang-anyangan sendiri merupakan perasaan ingin pipis tapi tidak sampai tuntas. Sedikit-sedikit ingin pipis lagi,” kata Beny Rayen Suhendra, dokter umum yang bertugas di Puskesmas, Suko, Maron.

Anyang-anyangan dapat dialami oleh pria dan wanita. Namun lebih sering terjadi pada wanita karena perbedaan anatomi saluran kemih yang lebih pendek.

“Apalagi pada saat bersih-besih bagian bawah menyiramnya dari belakang, bakteri atau koran kan mudah masuk. Sehingga menyebabkan hal tedebut,” ujarnya.

Anyang-anyangan seringkali disebabkan infeksi saluran kemih (ISK), yang dipicu oleh bakteri, terutama Escherichia coli (E. Coli), yang menyebabkan peradangan pada saluran kemiy. Penyebebabnya dari berbagai hal.

Mulai infeksi bakteri, infeksi pada saluran kemih bawah, terutama kandung kemih dan uretra. Bakteri E. Coli adalah penyebab ISK yang paling umum.

Selain itu, kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan, jadi factor lain. Seperti membersihkan diri dari belakang ke depan setelah buang air, dapat menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih pada wanita.

Faktor kedua adalah dehidrasi, kurangnya konsumsi air putih menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Sehingga tidak dapat mengeluarkan bakteri dari saluran kemih secara efektif. Hal ini meningkatkan risiko infeksi.

Ada pula faktor kebiasaan dan gaya hidup, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam kandung kemih.

Lalu ada faktor anatomi, seperti yang dialami wanita karena memiliki saluran uretra lebih pendek daripada pria.

Sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih, dan menyebabkan infeksi yang berujung pada anyang-anyangan.

Aktivitas seksual juga dapat mempermudah bakteri masuk ke saluran kemih, terutama pada wanita.

Terlebih aktivitas seksual yang dilakukan tidak sehat, dapat juga menyebabkan kencing nanah dan sifilis.

“Aktivis seksual yang sehat bagaimana?, Misalnya selesai (berhubungan badan, red), langsung tidur. Semestinya bersih-bersih dulu. Jangan didiamkan. Tidak perlu menggunakan sabun, pakai air mengalir sudah cukup,” kata pria yang membuka praktek di dekat lapangan Maron ini.

Kemudian penggunaan produk iritan (benda asing). Misalnya, penggunaan sabun atau produk perawatan pribadi yang mengandung bahan kimia keras dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih, yang meningkatkan risiko infeksi dan rasa tidak nyaman.

 

Gejala dari Ringan sampai Berat

Gejala anyang-anyangan dapat bervariasi dari ringan hingga berat.  Tergantung pada penyebabnya.

Beberapa gejala yang sering muncul diantaranya, nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.

Ini adalah gejala utama anyang-anyangan, di mana seseorang merasa tidak nyaman atau perih ketika buang air kecil.

Sering ingin buang air kecil. Keinginan yang terus-menerus untuk buang air kecil, tetapi hanya sedikit yang keluar, sering terjadi pada penderita anyang-anyangan.

“Nyeri perut bawah atau pinggang jika terjadi di bagian atas. Kadang demam dan rasa lelah. Jika infeksi sudah menyebar ke saluran kemih bagian atas, demam dan kelelahan, bisa menyertai anyang-anyangan,” ujarnya.

Apabila tidak ditangani, anyang-anyangan yang disebabkan oleh infeksi dapat menimbulkan dampak yang lebih serius, seperti infeksi ginjal.

Jika infeksi pada saluran kemih bagian bawah dibiarkan, bakteri bisa menyebar hingga ginjal.

Sehingga menyebabkan infeksi ginjal yang disebut pielonefritis. Infeksi ginjal lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Risiko infeksi berulang. Seseorang yang pernah mengalami ISK atau anyang-anyangan berisiko mengalami infeksi serupa di masa mendatang, terutama jika faktor penyebabnya tidak diatasi.

Penanganan anyang-anyangan bergantung pada penyebab utamanya. Jika dehidrasi, perbanyak minum air putih.

Minum cukup air putih setiap hari membantu meluruhkan bakteri dari saluran kemih, sehingga mengurangi gejala anyang-anyangan.

Penderita juga bias mengkonsumsi obat antibiotik. Jika anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.

Oleh sebab itu, seseorang haris menghindari kebiasaan menahan buang air kecil.  Kebiasaan ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam kandung kemih. Sebaiknya, buang air kecil secara teratur untuk menjaga saluran kemih tetap bersih.

“Jaga kebersihan area kemaluan.  Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang untuk mencegah masuknya bakteri ke saluran kemih. Gunakan produk perawatan yang tidak mengandung bahan kimia keras,” ujarnya.

Ada baiknya juga mengkonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C. Karena dapat membantu meningkatkan keasaman urine, sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam saluran kemih.

“Jika gejala anyang-anyangan tidak membaik setelah beberapa hari atau disertai demam, nyeri hebat, atau darah dalam urine, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Nah, untuk mengikat jempol menggunakan tali, itu mitos. Tidak ada hubungannya,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Anyang Anyangen