GANGGUAN kesehatan pada jantung menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia, setelah stroke.
Persentasenya sekitar 14,38 persen. Bahkan, Kementerian Kesehatan RI mengingatkan satu dari tiga kematian juga disebabkan jantung.
Jantung menjadi salah satu organ yang tak pernah berhenti bekerja memompa darah ke seluruh tubuh.
Tetapi menjadi persoalan apabila jantung tidak bisa berfungsi dengan baik. Sehingga darah dan oksigen yang mestinya dipompa ke seluruh tubuh terganggu.
Penyakit jantung sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Segala usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan gaya hidup. Bedanya, gejala yang dirasakan oleh pasien dengan usia muda, cenderung berbeda dibandingkan dengan yang dialami oleh yang sudah lebih tua.
Pasien dengan usia tua kebanyakan mengeluhkan nyeri dada yang menetap, sebelum kemudian berkembang menjadi serangan jantung. Namun, pasien dengan usia muda, seringkali tak mengalami gejala nyeri dada yang menetap. Bahkan cenderung mengalami serangan jantung secara tiba-tiba tanpa gejala yang dirasakan sebelumnya.
Sejumlah faktor risiko yang bisa menimbulkan penyakit jantung secara umum dibedakan dalam dua klasifikasi.
Pertama faktor risiko yang tak bisa dimodifikasi seperti riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin. Sedangkan faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah hipertensi, merokok, diabetes militus, dyslipidemia, obesitas, kurang aktifitas fisik, pola makan, konsumsi alkohol dan stress.
Faktor Risiko Penyakit Jantung
- Merokok
Penyebab sakit jantung di usia muda yang pertama adalah merokok. Kondisi ini termasuk ke dalam 3 faktor risiko utama, dan menjadi penyebab kematian pada sepertiga pengidap.
- Konsumsi Makanan Tidak Sehat
Penyebab sakit jantung di usia muda selanjutnya adalah kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat. Padahal, nutrisi yang baik dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
- Gaya Hidup Sedentary
Gaya hidup sedentary atau tidak aktif secara fisik menjadi penyebab sakit jantung di usia muda selanjutnya. Mereka yang terlalu sibuk seharian duduk di depan laptop atau terlalu sering rebahan memiliki risiko tinggi mengalami sakit jantung di usia muda.
- Stres Menumpuk
Stres bisa meningkatkan tekanan darah dan memberikan banyak tekanan pada jantung maupun pembuluh arteri. Jika dibiarkan saja, hal tersebut akan menyebabkan kerusakan permanen pada organ jantung.
- Terlalu Banyak Konsumsi Alkohol
Penyebab sakit jantung di usia muda yang terakhir adalah terlalu banyak konsumsi alkohol. Hal tersebut bisa meningkatkan tekanan darah yang berujung pada kerusakan jantung dan pembuluh arteri dari waktu ke waktu.
Sehingga tidak heran mengapa di rumah sakit sekarang banyak pasien yang mengalami sakit jantung. Bahkan antre di poliklinik.
Fenomena mengkhawatirkan tengah terjadi di tengah masyarakat kita. Penyakit jantung, yang selama ini dianggap sebagai penyakit degeneratif yang lebih sering menyerang kelompok usia lanjut, kini semakin marak menyerang generasi muda.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama kelompok usia muda, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memeriksakan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.
Prosedur medis untuk memeriksa dan mengobati masalah pada jantung dan pembuluh darah juga diperlukan apabila gejala yang dirasakan sudah cukup akut.
Kabid Pelayanan Medik RSUD Bangil dr. Dian Arie Setyawati mengatakan, dokter biasanya akan merekomendasikan kateterisasi jantung apabila pasien mengalami beberapa gejala.
Seperti nyeri dada, irama jantung tidak normal, detak jantung tidak teratur atau disebut aritmia dan terjadi masalah katup jantung. ”Layanan kateterisasi meliputi pemeriksaan gejala jantung coroner, kelainan katup, serta aritmia alias gangguan irama jantung,” katanya.
Di RSUD Bangil sendiri sudah memiliki cathlab yang berfungsi sebagai pendiagnosa gejala gangguan jantung. Keberadaan alat ini, menurut Dian, juga bisa apat digunakan untuk tindakan terapi invasif. Seperti pemasangan ring dan penanganan penyumbatan jantung.
”Dengan kata lain, pasien dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang komprehensif dalam satu tempat,” katanya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid