Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jangan Terlalu Sering Bersihkan Telinga, Begini Saran Dokter THT

Fuad Alyzen • Sabtu, 21 September 2024 | 18:30 WIB

 

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Acapkali setiap telinga terasa gatal seseorang pasti langsung membersihkannya. Entah itu memakai cotton bud atau kapas, atau dengan alat dari besi berukuran seperti pinset yang kini banyak dijual di pasaran. Tapi siapa sangka, membersihkan telinga itu sebenarnya tidak harus terlalu sering.

 “BIASANYA setiap habis mandi, saya selalu membersihkan telinga pakai handuk. Kalau kurang puas, ya pakai cotton bud,” beber Rakhmad, 40, warga Kota Pasuruan.

Entah karena memang sudah menjadi kebiasannya, Rakhmad selalu membersihkan telinganya. Terkadang dia memakai tisu basah. Kebiasaan itu dilakukan sejak dia masih remaja.

“Rasanya, tidak enak saja jika tidak dibersihkan. Apalagi kalau telinga kelihatan mengkilap seperti terkena keringat atau setelah memakai headset dalam tempo yang lama,” bebernya.

Bukan hanya itu saja. Cara-cara lain pernah dia lakukan. Misalnya, pergi ke salon atau tempat pijat refleksi, yang menyediakan ear candle.

Pernah pula dia melakukan gurah telinga, karena pekerjaan Rakhmad sebagai editor video harus membuatnya sering mengenakan headtset selama berjam-jam.

Tetapi tahukah Anda. Telinga sebenarnya tidak seharusnya dibersihkan dengan sering. Bahkan membersihkannya tak harus menggunakan alat.

Karena secara anatomi, seseorang hanya cukup mengunyah, bicara, buka tutup mulut, otomatis kotoran di telinga bisa keluar.

Bahkan berdasarkan keterangan medis, waktu yang dianjurkan membersihkan telinga dalam jangka waktu 2 sampai 3 bulan sekali.

Untuk pembersihan, sangat disarankan untuk kontrol ke ahli telinga hidung dan tenggorokan (THT) terdekat untuk dilakukan pembersihan.

Seperti yang dijelaskan Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher RSUD Grati, dr Victor Kristanto Soerodjo. Katanya, kotoran di telinga tidak seharusnya diambil sendiri.

“Sebenarnya, hanya dengan mengunyah, bicara, buka tutup mulut itu adalah mekanisme pengeluaran kotoran telinga secara otomatis,” ujarnya.

Victor panggilannya meneruskan, membersihkan telinga janganlah terlalu sering. Apalagi kotoran telinga dibersihkan dengan cara “mengorek” kuping. Ada waktu yang dianjurkan, jangka waktunya dari 2 sampai 3 bulan sekali kontrol ke poli THT, untuk dilakukan pembersihan.

Namun apabila dirasa gatal sekali, cotton bud yang paling aman. Itupun tidak boleh terlalu dalam, dikarenakan dapat menyebabkan kotoran semakin masuk ke dalam telinga. Dan parahnya gendang telinga bisa robek.

Begitu juga dengan meneteskan cairan ke telinga. Katanya, telinga sangat sensitif. Jika menggunakan obat tetes yang tidak sesuai, dapat menyebabkan gangguan. Misalnya seperti jamur telinga.

Apalagi cairan-cairan yang dibeli secara online yang tidak jelas asal usulnya.

“Jadi gak boleh beli cairan sembarangan,” ujarnya.

Victor juga menyinggung soal ear candle yang belakangan banyak digunakan untuk terapi perbersihan telinga. Sebenarnya, ini juga tidak disoal. Asalkan dalam batas wajar.

Namun jika bentuk liang telinga tidak normal atau ada kelainan, maka dapat memperparah kondisi. Sehingga dia mengamil kesimpulan, terapi ear candle juga tidak dianjurkan.

 Tip Jika Kemasukan Benda Asing

 PERSOALAN indra pendengaran bukan hanya dengan kebersihan. Terkadang ada seseorang yang kemasukan benda asing di telinga. Benda inipun ada ada dua macam.

Pertama benda mati saat terdapat di telinga. Jika ini terjadi, bawa ke poli THT untuk dilakukan pengambilan benda asing.

Yang kedua kemasukan benda hidup seperti serangga. Jika serangga hidup, maka serangga dapat dibunuh dengan meneteskan minyak goreng yang masih baru.

Alternatif lainnya adalah baby oil. Sebab nantinya akan menenggelamkan serangga dan membuat serangga tidak bisa menyebabkan luka di liang telinga.

“Selanjutnya dapat ke poli THT untuk diambil serangganya dan diberikan obat sesuai keluhan,” tandasnya.

Bagaimana jika telinga terasa berdenging? Victor menjelaskan, telinga berdenging ada penyebabnya banyak. Yang pertama telinga tertutup kotoran penuh, gendang telinga berlubang. Dan tentu saja gangguan pendengaran saat beranjak lanjut usia tua hingga gangguan pendengaran karena lingkungan kerja. Ini semua harus diperiksa dan dicari penyebabnya agar tidak salah tatalaksana penanganannya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#tht #cotton bud #bersihkan telinga