Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Begini Cara Mengatasi Eksim dan Mengobatinya

Achmad Arianto • Sabtu, 14 September 2024 | 18:00 WIB

 

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI
 

Alergi yang menyebabkan gatal dan kemerahan pada kulit sering diderita oleh masyarakat. Penyakit kulit tersebut salah satunya eksim yang timbul karena paparan alergen.

 

DALAM bahasa medis, eksim disebut dengan dermatitis. Kondisi kulit yang mengalami gatal, memerah, melepuh hingga kulit terasa lebih menebal.

Kondisi demikian tentunya membuat penderita merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan penyakit eksim yang diderita dapat membuat minder serta membuat penderita menjadi tidak percaya diri.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Rumah Sakit Graha Sehat dr. Fransisca Sylvana Kusumawati, M.Biomed, Sp.KK mengatakan, penyakit kulit eksim dapat terjadi karena ada paparan alergen dan iritan dari luar. Seperti bahan kimia, bakteri, maupun jamur. Kulit yang terpapar kemudian mengalami reaksi seperti gatal, memerah, melepuh atau kulit terasa lebih menebal.

“Penyebab penyakit eksim rata-rata terjadi karena paparan dari luar. Kemudian terkena kulit penderita akan merasakan beberapa reaksi yang membuat tidak nyaman,” katanya.

Beberapa faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya eksim. Diantaranya adalah alergen yang menjadi salah satu pemicu bisa karena hewan peliharaan, segala hal yang dapat menyebabkan eksim, atau biasa disebut dengan eksim alergi.

Selanjutnya iritan merupakan segala hal yang dapat menyebabkan iritasi. Seperti sabun, detergen, sampo, desinfektan, dan semen. Kemudian juga dapat disebabkan oleh virus dan jamur tertentu.

Serta dapat juga disebabkan karena makanan. Seperti produk susu, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan produk kedelai. Dapat menyebabkan gangguan kulit ini pada beberapa orang.

“Gejala eksim dapat menjadi parah karena ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya eksim. Seperti eksim yang disebabkan oleh semen yang memiliki sifat abrasif dalam jangka panjang akan merusak permukaan kulit,” katanya.

Penderita eksim mengalami gejala yang berbeda beda. Karena itulah setiap orang menderita eksim memiliki masa penyembuhan yang berbeda-beda. Ada yang mengalami eksim ringan bisa disembuhkan dalam hitungan hari karena bergejala ringan.

Ada juga yang menderita eksim dalam rentang waktu yang lama atau kronis. Kondisi demikian terjadi karena penderita terlambat melakukan penanganan.

Mulanya gejala eksim dianggap biasa aja, namun rupanya eksim tersebut menjadi lebih parah. Hingga penderita merasakan gejala lebih dari satu bulan.

“Biasanya yang datang berobat karena sebulan lebih belum sembuh. Bisa dikatakan bahwa eksimnya sudah kronis,” bebernya.

Fransisca menambahkan, saat penderita eksim datang, ada beberapa hal yang dilakukan. Mulai dari identifikasi penyebab penyakit. Dokter akan menggali informasi penyebab utama yang membuat eksim tersebut bisa terjadi. Bisa jadi disebabkan oleh iritan ataukah alergen.

Setelah mengetahui penyebab eksim, maka dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan gejala yang dialami. Dua obat yang biasanya diberikan kepada pasien baik obat minum maupun obat luar seperti salep. Dengan pengobatan tersebut diharapkan dapat meredakan gejala dan menyembuhkan penyakit yang diderita.

“Obat minum dan obat luar berupa salep diberikan untuk mengurangi peradangan kulit serta memulihkan kulit yang sakit,” bebernya. 

Jangan Ditabur Bedak

PADA prinsipnya semua jenis penyakit dapat dihindari jika masyarakat mau melaksanakan pola hidup sehat. Begitu juga dengan penyakit kulit eksim. Pemicu penyakit kulit bisa dihindari dengan rutin mencuci tangan dan kaki atau bagian yang mudah terpapar oleh pemicu penyakit.

  1. Fransisca mengatakan bahwa untuk memastikan penyakit eksim ada upaya medis lanjutan. Seperti melakukan tes tusuk dan tes tempel (Patch Test) untuk mengetahui potensi alergi disebabkan apa pada kulit. Kulit kemudian ditetesi cairan atau alergen tertentu. Dari situlah kemudian diketahui bahwa pasien dipastikan mengalami alergi.

“Ada tes tusuk, pasien akan di tes mengalami alergi apa. Dari situlah kemudian pengobatan dilakukan termasuk cara mengantisipasi agar tidak alergi lagi,” katanya.

Pada kasus eksim yang telah diketahui penyebabnya. Tentunya pasien harus menghindari kontak langsung dengan benda penyebab penyakit. Misalnya eksim karena semen atau sabun. Maka jangan menggunakan atau kontak langsung dengan dua pemicu tersebut. Jika tidak bisa dihindari, maka harus menggunakan cara untuk mencegah paparan langsung agar tetap lancar beraktivitas. Seperti menggunakan sarung tangan atau sepatu untuk melindungi agar kulit tetap aman.

“Kalau eksim disebabkan oleh pekerja yang tidak bisa dihindari, maka harus ada upaya mencegah dengan cara melindungi kulit. Sehingga aman dari paparan,” tuturnya.

Begitu juga dengan makanan yang dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya eksim harus dikurangi bahkan dikurangi. Seperti susu, kacang-kacangan, ayam, udang dan kepiting.

Namun perlu digarisbawahi tidak semua makanan menjadi peningkat resiko penyakit. Karenanya setiap makanan yang dikonsumsi haruslah diingat. Sehingga saat mengkonsumsi makanan kemudian terkena eksim. Maka jumlah makanan yang dikonsumsi harus dikurangi, jika penyakit masih dirasakan maka makanan tersebut jangan dikonsumsi.

Apabila nantinya saat mengkonsumsi makanan kemudian kulit yang menjadi kering dan bersisik lalu kulit yang memerah, terasa gatal, serta luka yang terbuka atau berkerak, tidak disarankan untuk menaburinya dengan bedak.

Tindakan ini justru akan membuat pori-pori kulit tertutup sehingga proses penyembuhan semakin lama. Bahkan penyakit cenderung tidak sembuh.

“Lebih aman lagi kalau sudah tidak nyaman dengan eksim yang diderita, datanglah langsung ke dokter agar penanganannya tepat. Penyakit bisa segera disembuhkan,” pungkasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#alergi #gatal