Muhammad Fahmi• Senin, 26 Agustus 2024 | 23:47 WIB
dr. Mohammad Ferry Nur Abadi
Mohammad Ferry Nur Abadi
* Dokter Umum pada UPT. Puskesmas Kandangsapi, Kota Pasuruan
PADA era Indonesia yang sudah semakin maju saat ini, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari unsur utamanya yaitu budaya. Kesehatan dan budaya memiliki hubungan yang erat dari zaman nenek moyang.
Salah satunya adalah terdapatnya budaya pengobatan tradisional yang masih diterapkan sampai saat ini. Terdapat pro dan kontra tentang pengobatan tradisional yang masih simpang siur di masyarakat.
Namun, banyak masyarakat yang lebih memilih pengobatan tradisional meskipun itu memiliki risiko.
Pemerintah sendiri telah mengatur pengobatan tradisional dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 20188,9,12 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer, dimana diharapkan pelayanan kesehatan tradisional lebih mengutamakan keselamatan konsumen.
Dikutip dari Buku Ajar Antropologi Sosial Kesehatan (Husaini et al., 2017) menerangkan bahwa aspek budaya yang dapat mempengaruhi kesehatan, antara lain:6
Pengaruh tradisi, terdapat tradisi di dalam masyarakat yang memberikan pengaruh negatif terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Sikap fatalistis. Contohnya: Sejumlah anggota masyarakat di kalangan kelompok tertentu (fanatik) meyakini bahwa anak merupakan titipan Tuhan, dan sakit atau mati adalah takdir Tuhan, akibatnya masyarakat kurang berusaha untuk bertindak cepat dalam mencari pertolongan pengobatan bagi anaknya yang sakit.
Sikap etnosentris, yaitu perilaku yang memandang kebudayaannya sendiri paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan lain.
Pengaruh perasaan bangga pada statusnya. Contoh: Upaya perbaikan gizi, di suatu daerah pedesaan, masyarakat menolak untuk makan daun singkong walaupun mereka mengetahui kandungan vitaminnya tinggi. Setelah ditelusuri, ternyata masyarakat beranggapan bahwa daun singkong hanya untuk makanan kambing, dan mereka menolaknya sebab status mereka tidak dapat disamaratakan dengan kambing.
Pengaruh norma. Contoh: Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi sebagian besar mengalami hambatan karena terdapat norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan ibu hamil sebagai pengguna pelayanan tersebut, sehingga hal itu dapat menghambat proses kesehatan masyarakat.
Pengaruh unsur budaya yang diajarkan di tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan. Misalnya saja, manusia yang biasa makan nasi sejak kecil, akan sulit untuk mengkonsumsi roti jika diubah kebiasaan makannya setelah dewasa.
Pengaruh konsekuensi dari inovasi terhadap perilaku kesehatan. Apabila seorang petugas kesehatan bermaksud melakukan perubahan perilaku kesehatan masyarakat, maka hal yang harus dipikirkan adalah konsekuensi yang akan terjadi ketika melakukan perubahan, menganalisis faktor-faktor yang terlibat dan berpengaruh terhadap perubahan, dan berusaha untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan adanya perubahan tersebut.
Sangkal Putung merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional yang masih dipercaya masyarakat sampai saat ini yang lebih efektif dalam menyembuhkan penyakit tulang dibandingkan dengan pengobatan medis.
Beberapa penyakit tulang yang dipercaya bisa diobati dengan sangkal putung yaitu tulang yang terkilir, patah tulang ataupun dislokasi tulang.
Masyarakat percaya bahwa pengobatan Sangkal Putung dapat menyembuhkan penyakit tulang tanpa meninggalkan cacat.
Terdapat keyakinan bahwa dengan perpaduan pijatan, ramuan dan do’a-do’a yang digunakan oleh terapis saat pengobatan dapat membantu menyembuhkan penyakit yang diderita dengan baik. Salah satunya dengan menggunakan metode mengoleskan minyak urut ke pasien, kemudian ada bunyi yang terdengar saat tulang pasien ditarik.11
Walaupun demikian, tidak semua orang bisa melakukan pengobatan dengan metode semacam ini, Sangkal Putung dipercaya masyarakat sebagai ilmu turun temurun dari generasi ke generasi.
Mereka juga mempercayai bahwa keahlian sangkal putung merupakan sebuah hadiah dari Tuhan untuk membantu menyembuhkan orang yang sakit.
Beberapa alasan mengapa masyarakat lebih memilih pengobatan ke Sangkal Putung dibandingkan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, salah satu yang paling mendasari adalah biaya pengobatan yang lebih terjangkau saat melakukan pengobatan ke sangkal putung.
Terkadang pasien yang berobat hanya membayar dengan seikhlasnya. Selain itu, mindset masyarakat terhadap pengobatan Sangkal Putung dianggap lebih efektif dibandingkan pengobatan modern untuk mengembalikan posisi tulang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor sosial budaya masih memiliki pengaruh yang besar terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia.
Tidak semua patah tulang dapat sembuh tanpa operasi atau penanganan medis lainnya. Pasien dengan patah tulang berat yang mempunyai indikasi untuk dilakukan operasi, namun memilih pergi ke pengobatan alternatif, biasanya akan mengakibatkan kesembuhan yang semu.
Tulang mungkin akan menjadi bengkok, tumpang tindih, pendek sebelah maupun komplikasi medis lainnya. Pengobatan alternatif biasanya tidak bisa melakukan penegakan diagnosis dengan benar dan tepat.
Karenanya, penanganan dari pengobatan alternatif dapat menyebabkan cedera yang lebih serius karena salah perawatan. Sebaiknya, bila ingin pergi ke pengobatan alternatif sekalipun, periksakan diri dahulu ke dokter untuk melakukan rontgen dan mengetahui kondisi medis yang pasti agar penanganan yang diberikan juga tepat sasaran.5
Beberapa komplikasi patah tulang dapat terjadi akibat penanganan yang salah. Sebagai contoh, robeknyaterjadinya robekan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan bagian tubuh membusuk dalam kurun waktu 24 jam.
Sayangnya, kondisi seperti ini sering kali tidak diketahui oleh pengobatan alternatif. Selain itu, pada pengobatan alternatif kerap tidak membersihkan luka terbuka yang dapat mengakibatkan infeksi. Patah tulang yang disertai luka terbuka juga dapat menyebabkan bagian tubuh yang cedera menjadi busuk dalam 3 hingga 5 hari bila tidak mendapat penanganan yang tepat.1,3
Kebanyakan kasus patah tulang dapat sembuh dengan optimal tanpa masalah yang berarti. Namun, tetap ada risiko yang mengintai pada patah tulang yang tergolong parah. Masalah penyembuhan patah tulang yang dapat terjadi antara lain:7
Sindrom Kompartemen: Pembengkakan parah akibat patah tulang yang menimbulkan tekanan pada pembuluh darah sehingga menghambat suplai darah. Akibatnya, aliran darah tidak cukup sampai ke jaringan di sekitar lokasi patah tulang dan berpotensi mematikan jaringan di sekitar lokasi patah tulang yang dapat menyebabkan cacat jangka panjang. Sindrom kompartemen juga dapat mengakibatkan kematian jaringan yang berisiko dilakukannya amputasi.
Cedera Neurovaskular:Beberapa patah tulang yang parah dapat menyebabkan pembuluh darah dan saraf di sekitar lokasi cedera menjadi rusak. Kondisi ini juga dapat menimbulkan kecacatan seperti mati rasa atau lumpuh.
Infeksi:Patah tulang terbuka (tulang terekspos) dapat terinfeksi ketika ujung tulang bergerigi yang menembus kulit terkena udara, tanah, atau debu.
Arthritis pasca-trauma:Patah tulang yang meluas ke sendi dapat menyebabkan radang sendi dini.
Delayed Union(penyambungan tertunda): Penyambungan tulang patah yang lebih lama dibandingkan waktu normal penyembuhan tulang.
Nonunion(tidak/gagal menyambung): Patah tulang yang gagal menyambung dalam waktu yang wajar.
Malunion:Penyambungan tulang yang salah, seperti menyambung tapi miring, menyambung tumpang tindih, dan lain sebagainya.
Tidak semua kasus patah tulang perlu ke rumah sakit. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kondisi patah tulang untuk segera ke rumah sakit, seperti mengalami rasa sakit yang luar biasa dan tidak bisa menggerakkan bagian tubuh tertentu.
Mengutip dari Mayo Clinic, sembari menunggu bantuan medis datang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai langkah-langkah pertolongan pertama patah tulang, seperti:2,3
Hentikan pendarahan: Luka terbuka harus segera dihentikan dengan memberi tekanan pada luka dengan perban steril, kain bersih, atau pakaian bersih.
Jangan gerakkan area yang cedera: Jangan mencoba meluruskan kembali atau mendorong tulang yang bengkok atau keluar.
Kompres dengan es: Mengompres area cedera dapat membatasi pembengkakan dan membantu mengurangi rasa sakit dengan cara membungkus es dengan handuk, selembar kain, atau bahan lainnya.
Rawat syok: Bila seseorang dengan patah tulang bernapas dengan cepat dan terengah-engah atau sampai pingsan, baringkan orang tersebut dengan kepala sedikit lebih rendah dari badan dan angkat kaki orang tersebut jika memungkinkan.
Pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang akan dilakukan Dokter dalam menangani patah tulang di Rumah Sakit, antara lain:10
Imobilisasi
Manajemen fraktur yang paling pertama adalah imobilisasi. Imobilisasi adalah mengupayakan agar tulang yang mengalami cedera sedapat mungkin tidak digerakkan. Terdapat berbagai jenis imobilisasi termasuk pemasangan belat, brace, gips, arm sling, dan lainnya.
Gips atau casting adalah metode yang paling umum digunakan untuk imobilisasi. Prosedur ini dilakukan dengan memasang bagian tubuh yang cedera dengan cetakan semen putih dan dibiarkan mengeras.
Patah tulang yang dirawat dengan imobilisasi harus diselaraskan secara memadai untuk memungkinkan penyembuhan dengan hasil yang baik. Jika tulang yang patah tidak di selaraskan terlebih dahulu sebelum pemasangan gips, maka tulang akan mengalami kecacatan ketika sembuh.
Reduksi
Prosedur yang disebut reduksi fraktur, adalah intervensi untuk menyelaraskan tulang yang patah dengan lebih baik. Reduksi fraktur dapat dilakukan sebagai reduksi tertutup (non-bedah) atau reduksi terbuka (pembedahan).
Reduksi tertutup dapat dilakukan baik dengan memberikan anestesi lokal ke tulang yang patah atau anestesi umum, diikuti dengan manuver khusus untuk mencoba meluruskan kembali tulang yang patah. Setelah reduksi tertutup, belat atau gips akan diaplikasikan untuk mempertahankan posisi tulang agar tetap sejajar.
Traksi
Traksi adalah bentuk manajemen fraktur yang telah lama digunakan namun jarang saat ini. Namun, pada situasi tertentu di mana traksi dapat menjadi pilihan perawatan yang sangat berguna.
Traksi yang dilakukan pada anggota gerak dapat dilakukan dengan cara penarikan secara perlahan untuk meluruskan tulang.
Traksi dapat dilakukan dengan menggunakan beban yang disematkan pada bagian kaki yang mengalami cedera menggunakan pin besi. Pemberian beban pada anggota gerak bertujuan untuk menjaga agar posisi kaki tetap sejajar.
Operasi
Pada beberapa kasus patah tulang seperti:
Patah tulang yang tidak dapat ditangani dengan reduksi atau imobilisasi
Patah tulang berat seperti patah hingga berkeping-keping lebih sulit sembuh daripada patah tulang ringan. Selain itu, adanya infeksi juga bisa membuat patah tulang memerlukan waktu yang lebih lama untuk pulih.
Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein kunci utama agar penyembuhan lebih cepat terjadi. Selain itu, asupan kalsium dan vitamin D juga sangat diperlukan untuk mempercepat penembuhan patah tulang.4
Seseorang dengan patah tulang juga dianjurkan untuk tidak merokok karena dapat mengganggu aliran darah. Hal lainnya yang tak kalah penting adalah kepatuhan. Mengikuti instruksi Dokter merupakan hal yang sangat penting. Pasien juga dianjurkan untuk aktif menanyakan hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan ke Dokter yang merawatnya.
Giganti, Maria & Tresoldi, Ilaria & Masuelli, Laura & Modesti, Andrea & Grosso, Giuseppe & Liuni, Federico & Celi, Monica & Rao, Cecilia & Gasbarra, Elena & Bei, Roberto & Tarantino, Umberto. (2014). Fracture healing: From basic science to role of nutrition. Frontiers in bioscience (Landmark edition). 19. 1162-1175. ResearchGate.
Sugiharto, F., Supriyono, S. and Rasyad, A. (2016). Transfer of Knowledge Keterampilan Pengobatan Tradisional Pijat Sangkal Putung. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(9), pp. 1864--1868.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.