MINUMAN manis memang nikmat dikonsumsi saat sedang haus. Apalagi, dalam kondisi dingin saat cuaca panas. Tak ayal, minuman manis sangat disukai anak-anak. Selain rasanya, warnanya juga mampu memikat mata.
Minuman manis makin beragam. Makin beraneka rasa. Di balik manisnya minuman ini, ternyata banyak bahaya yang mengintai.
Karena itu, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak-anak. Sebaliknya, membiasakan anak meminum air putih bisa menjadi solusi.
Dokter spesialis anak di RSUD Grati Kabupaten Pasuruan dr. Esti Purwaningrum, Sp.A., M.Biomed. mengatakan, anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sehingga membutuhkan cairan yang cukup. Asupan yang dibutuhkan setiap tubuh berbeda, sesuai berat badan.
Misalnya, anak dengan berat badan 10 kilogram, maka asupan minuman yang dibutuhkan adalah 1.000 cc.
Tidak hanya dari minuman, kebutuhan cairan ini bisa dipenuhi dari makanan yang dikonsumsi.
Seperti sayur dan buah. Agar anak suka memakan buah, bisa disiasati dengan membuat jus. Agar lebih sehat, hindari penambahan gula. “Makanan berkuah juga bisa menjadi alternatif bagi anak untuk bisa memenuhi kebutuhan cairannya,” jelas Esti.
Minuman yang dikonsumsi oleh anak juga harus diperhatikan. Sebab, banyak anak suka minuman manis atau minuman rasa karena penampilannya menarik. Dirasakan di lidah juga lebih enak karena ada rasa manisnya.
Padahal, sensasi segar dalam minuman manis itu hanya sementara. Terasa saat di tenggorokan, namun setelah habis diminum, biasanya akan kembali haus, sehingga keinginan untuk meminum lagi kembali muncul.
“Justru kalau meminum air putih saat haus bisa menghilangkan dahaga. Tidak akan merasa haus lagi,” ujarnya.
Bisa Menyebabkan Obesitas-Gagal Ginjal
Minuman manis cenderung tinggi gula, sehingga bisa berdampak terhadap kesehatan anak jika sering dikonsumsi. Apalagi, umumnya minuman manis tidak memiliki kandungan nutrisi apapun.
Dokter Esti Purwaningrum mengatakan, dengan kandungan kalori tinggi akibat gula yang berlebihan, minuman manis bisa menjadi penyebab terjadinya obesitas. Kondisi ini terjadi saat asupan gula yang masuk dalam tubuh sudah berlebih.
“Idealnya, kebutuhan gula disesuaikan dengan berat badan anak. Jika beratnya 10 kilogram, maka kebutuhan gulanya 1.000 kalori,” sebutnya.
Minuman manis ini sering dibuat dengan pemanis buatan. Minuman rasa juga tidak berasal dari buah asli, namun hanya perasa. Hal ini bisa menyebabkan batuk. Tidak jarang minuman manis berpengawet, sehingga memberatkan kerja ginjal.
“Kalau jangka panjang ya ginjal bisa terdampak dan menyebabkan gagal ginjal. Kalau sudah kena ini, ya setiap minggu harus cuci darah,” tutur Esti.
Agar anak tidak mudah suka pada minuman manis ini, peran orang tua sangatlah penting. Bisa dengan menyediakan minuman sehat pada mereka berupa jus dan susu.
“Selain itu, memberikan pengertian ke anak jika minuman manis bisa menyebabkan sakit. Jika sudah dibiasakan, maka anak pasti akan menjauhi,” jelasnya. (riz/rud)
Editor : Abdul Wahid