MEREKA yang sering tampil di muka umum seperti penyanyi atau master of ceremony, tentu harus memiliki suara yang bagus. Namun, bukan hal yang mudah untuk menjaga agar suara tetap prima.
Pelan-pelan, Emil Akbar membuka tumbler transparan yang dia bawa dari rumahnya. Dia lalu meminumnya beberapa teguk, namun tak sampai habis. Bak azimat, air yang warnanya berwarna kuning itu dibawanya ke samping panggung.
“Ini kencur hangat. Saya selalu membawanya tiap kali tampil di acara,” kata Emil saat menjadi master of ceremony di sebuah acara awarding di Gradhika Pemkot Pasuruan.
Kencur inilah yang membuat Emil sanggup untuk berteriak lantang saat tampil di panggung. Resep ini dia dapatkan dari beberapa penyanyi terkenal. Jika sudah menengguknya, Emil bisa cuap-cuap hingga berjam-jam.
Bahan rempah seperti kencur juga menjadi “senjata” Evi Rosdiana Dewi, vokalis utama grup Padhang Howo. Wanita 32 tahun itu bahkan lebih ekstrem lagi. Bukan seperti Emil yang membuat kencur diseduh dengan air panas. “Saya memakannya langsung. Cukup bawa seukuran jempol namun sudah dikupas. Dibawa pakai plastik dan dimakan saat berada di balik panggung atau ketika rehat di pentas sejenak,” beber Evi, panggilannya.
Dengan mengunyah kencur, Evi merasa tenggorokannya lebih nyaman. Lebih plong jika pita suaranya harus diajak untuk bernyanyi dengan nada tinggi. Apalagi jika dia tampil hingga harus membawakan banyak lagu. Kencur menjadi teman setianya.
“Lebih efektif daripada makan permen. Memang kadang-kadang bawa air kencur hangat. Tetapi, lebih repot. Apalagi, saya ini kan dari pagi sampai sore kerja. Dan sering mengisi acara di malam harinya. Tidak punya waktu untuk menyiapkan air kunyit. Jadi, ya makan kencurnya langsung,” beber wanita berhijab ini.
Orang-orang seperti Emil ataupun Evi, memang harus prima menjaga suaranya. Ibarat mencari nafkah, suara merekalah yang menjadi jualan utamanya. Tentu suara harus dijaga agar jangan sampai ketika tampil, terganggu. Bisa-bisa ditertawakan orang atau undangan.
Baik Emil dan Evi mengaku, mereka tidak boleh sakit sebelum tampil. Tentu kesehatan harus dijaga. “Minimal tidur yang cukup dan tidak makan yang berminyak ataupun yang pedas-pedas. Itu pantangan buat saya,” beber Emil.
Emil selalu menghindari makanan pedas ataupun meminum es sehari sebelum acara. Karena dia tidak ingin mengecewakan pemilik acara. Jika pemilik sudah kecewa, maka MC seperti Emil pasti tak akan dipakai lagi jasanya. Kekecewaan itu juga bisa memengaruhi orang lain dan berdampak ke namanya sebagai MC.
Lain halnya dengan Evi. Karena dia juga bekerja, Evi tidak punya waktu untuk istirahat panjang. Tetapi, sebelum dia tampil, Evi mengupayakan untuk tidur sejenak. “Tidur 15 menit setelah pulang kerja, itu cukup untuk recharge badan. Misalnya, saya pulang kerja pukul 16.00 sampai rumah. Lalu ada acara di pukul 18.00. Nah, di rentang waktu itu, saya cukup tidur sliyut 15-30 menit. Bahkan, bisa di balik panggung. Itu sudah cukup,” beber Evi.
Jika Emil punya pantangan makanan pedas dan es, beda lagi dengan Evi. Kata Evi, dia tak pernah menolak makanan pedas ataupun es. Tapi, Evi mengaku, dia selalu menghindari minuman manis yang berlebih.
“Entah mengapa kalau minum yang manis-manis, tenggorokan jadi serak. Kalau sudah begitu, rasa-rasanya seram. Hehehe,” kata Evi.
Tip Agar Suara Bagus
- Latihan pernapasan
- Hindari konsumsi makanan berminyak dan pedas
- Mengistirahatkan suara
- Jangan sampai dehidrasi
- Konsumsi kunyit, jeruk nipis, dan madu
- Rajin olahraga
Tak Kemaruk Terima Job
Bekerja di dunia entertainment, terkadang job yang diterima bisa menumpuk. Ini juga dialami Evi dan Emil. Mereka pun punya siasat agar tak mengganggu kesehatan dan berpengaruh ke suara.
Tilik saja ketika Kota Pasuruan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jatim ke-30 lalu. Evi hampir setiap hari mengisi hiburan. Pun begitu dengan Emil yang menjadi MC saat pembukaan dan penutupan. “Saya bahkan ada yang sempat tampil sehari sampai dua kali. Sore dan malam. Wah, itu harus benar-benar menjaga fisik,” beber Evi.
Emil juga sama. Saat menjadi MC MTQ, dia juga kebanjiran job lain, bahkan hingga sampai luar Pasuruan. Maka, dia perlu mengatur waktu. “Terutama saat mau tampil di penutupan MTQ. Saya benar-benar menjaga kesehatan, jangan sampai sakit,” kata Emil.
Baik Emil dan Evi, keduanya sepakat mereka juga harus mengatur waktu untuk menerima job. Tidak tampil setiap hari, walaupun artinya rezeki ada yang hilang saat menolak job. Jangan kemaruk, kata mereka.
“Saya pernah rekor dalam sebulan, tampil sampai 18 acara. Itu sangat banyak dan saya langsung K.O. Semenjak itu, saya mengatur jadwal supaya lebih efektif lagi,” beber Emil.
Bagaimana bila sudah sakit? Tentu Emil dan Evi mengaku, minum obat adalah jalan keluar terakhir. Untung, selama ini Evi dan Emil tak pernah sampai sakit parah hingga pergi ke dokter ataupun opname. Karena mereka juga berolahraga dan ini sangat membantu.
“Pernah sih badan rasanya tidak enak, padahal mau ada acara. Jika sudah seperti itu, saya istirahat panjang. Bahkan, sampai puasa bicara di rumah selama seharian atau semalaman. Untungnya, istri maupun anak-anak sudah memahami ini,” beber Emil. (tom/mie)
Editor : Jawanto Arifin