Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspadai Minuman dengan Pemanis Buatan

Arif Mashudi • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 19:55 WIB
Ilustrasi minuman
Ilustrasi minuman

DENGAN alasan lebih praktis, banyak orang tua memberikan makanan atau minuman dengan kandungan pemanis buatan. Namun, perlu diperhatikan, jika anak mengonsumsinya secara berlebihan, bisa memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.

Dengan kondisi cuaca panas yang begitu tinggi, sangat wajar jika anak ingin minuman yang segar-segar. Namun, harus diperhatikan, minuman segar itu karena buat minuman jus sendiri atau cara cepat saji dengan minuman kemasan.

“Minuman kemasan atau minuman ringan, banyak sekali jenisnya. Baik itu minuman bersoda, minuman berenergi, teh atau kopi siap saji, air kelapa kemasan, itu semua dikatakan soft drink. Soft drink itu sudah mengalami proses sedemikian rupa,” ujar salah satu dokter di Puskesmas Kanigaran, Kota Probolinggo, dr. Ajeng Putih Sekarningrum.

Menurutnya, sejumlah konsumen beranggapan soft drink rasa buah kemasan banyak mengandung buah asli. Padahal, sejatinya kandungan buah aslinya hanya beberapa persen. Kandungan terbesarnya air dan gula. Karena itu, minuman ini kurang bernutrisi, karena zat gizi yang bermanfaat untuk tubuh minim.

Gula yang ditambahkan dalam minuman kemasan umumnya berupa pemanis buatan. Contohnya, sirup yang tinggi glukosa. Karena itu, kandungan kalori pada tubuh saat sering meminum soft drink berlebihan akan tinggi. Karena kandungan kadar gulanya.

Ajeng menerangkan, dari hasil riset disebutkan, terkait bahaya mengonsumsi minuman dengan pemanis berlebihan terhadap anak-anak sangat banyak. Pertama, obesitas. Tidak sedikit, anak-anak saat usia balita obesitas yang tidak baik. Memiliki berat badan melebihi dari yang seharusnya.

Gula dalam minuman ringan atau pemanis buatan dengan glukosa berkadar tinggi, tidak menimbulkan kenyang. Malah membuat rasa haus dan ingin meminum terus. Akhirnya, akan mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan itu secara berlebihan.

“Sehingga, asupan kalori harian anak akibat soft drink berlebihan. Ini memicu pertambahan berat badan yang lama-lama menjadi obesitas,” ujar dokter kelahiran 24 Desember 1987 ini.

Sejak dua tahun terakhir, kata Ajeng, sering dijumpai anak-anak menderita diabetes. Penyakit tidak menular ini tidak hanya menyerang usia dewasa, tapi pada usia anak-anak. Diabetes merupakan penyakit kondisi di mana kandungan gula dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi. Karena asupan glukosa dari minuman dengan pemanis buatan berlebihan akibatkan kondisi insulin yang namanya resistensi insulin.

“Di kota-kota besar sudah dilaporkan kasus diabetes pada anak sangat banyak. Jika saat kecil sudah terdiagnosis diebates, maka akan menyandang diabetes sampai dewasa, bahkan bisa sampai selamanya,” jelasnya.

Ancaman berikutnya, kata Ajeng, penyakit batu ginjal. Sudah dilakukan kajian ilmiah, tentang bahaya mengonsumsi minuman ringan dengan pemanis buatan, korelasinya sangat inggi terjadinya batu ginjal.

Berapa batas harian konsumsi minuman kemasan untuk anak-anak? Ajeng menerangkan, ada aturan untuk mengetahui batas mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan. Sesuai aturan Kementerian Kesehatan, asupan gula harian tidak boleh dari 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari.

“Sementara untuk anak-anak, malah lebih rendah batas maksimalnya. Sekitar 12 sampai 25 gram per hari atau separo dari batas konsumsi orang dewasa. Sementara, yang terjadi untuk soft drink bersoda ukuran gelas tanggung, itu kadar gulanya sudah mencapai 21 gram,” jelasnya. (mas/rud)

 

BAHAYA PEMANIS BUATAN

Obesitas
Tidak sedikit anak-anak saat usia balita obesitas yang tidak baik. Memiliki berat badan melebihi dari yang seharusnya.

Gula dalam minuman ringan atau pemanis buatan dengan glukosa berkadar tinggi, tidak menimbulkan kenyang. Malah membuat rasa haus dan ingin meminum terus.

Diabetes
Sejak dua tahun terakhir, sering dijumpai anak-anak menderita diabetes. Diabetes merupakan penyakit kondisi di mana kandungan gula dalam darah melebihi normal dan cenderung tinggi. Karena asupan glukosa dari minuman dengan pemanis buatan berlebihan akibatkan kondisi insulin yang namanya resistensi insulin.

Batu Ginjal
Ancaman berikutnya, kata Ajeng, penyakit batu ginjal. Sudah dilakukan kajian ilmiah tentang bahaya mengonsumsi minuman ringan dengan pemanis buatan, korelasinya sangat tinggi terjadinya batu ginjal.

Editor : Jawanto Arifin
#Sehat Bugar #info kesehatan #pemanis buatan