Mimisan bisa menimpa siapa saja. Tidak hanya terjadi pada anak kecil, orang dewasa juga sangat mungkin mengalaminya. Banyak faktor yang bisa memicu terjadinya mimisan pada seseorang.
MIMISAN merupakan darah yang keluar dari hidung yang terjadi pada satu sisi atau dua sisi hidung. Serta, bisa menimpa pada anak dan dewasa.
Secara umum, asal pendarahan pada bagian hidung bisa dari hidung sisi depan yang disebut anterior dan sisi belakang yang disebut posterior. Yang paling umum mimisan berasal dari anterior.
Mimisan ini relatif tidak berbahaya dan lebih mudah untuk mengontrol pendarahannya. Pendarahan bisa berhenti secara spontan jika diberi tampon. Paling sering menimpa pada anak-anak.
“Mimisan dari anterior itu karena hidung kering atau sering mengorek hidung. Bisa juga trauma saat terjatuh,” ujar dr. Betty Ariyanti, Sp.THT.
Sementara, mimisan yang berasal dari posterior lebih jarang terjadi. Namun, saat terjadi penanganannya lebih sulit. Ini biasanya terjadi pada orang dewasa yang usianya lebih dari 40 tahun.
Pendarahan dari posterior bersifat spontan. Paling umum karena hipertensi atau akibat mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat arterio sklerosis yang menyebabkan pembekuan darah sulit terjadi. “Pendarahan yang berasal dari posterior ini sangat hebat, sehingga butuh penindakan lebih lanjut dari rumah sakit,” jelasnya.
Mimisan bisa dicegah. Baik yang disebabkan dari anterior dan posterior. Pihak keluarga bisa membantu memberikan penanganan pertama jika ada salah satu kerabatnya yang mimisan.
Cara mencegah mimisan anterior, kata Betty, dengan tidak mengorek-ngorek hidung dan anak selalu diawasi agar tidak memasukkan benda asing ke hidungnya.
Penanganan pertama saat anak mimisan, bisa menjepit hidung dengan kedua tangan selama lebih dari lima menit. Lalu, mengompres bagian hidung menggunakan air dingin atau air es. “Agar pembuluh darahnya mengalami efek vasokonstriksi (menyempit atau mengecil), sehingga pendarahan bisa berhenti,” jelasnya.
Sementara, mimisan dari posterior bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi obat-obatan sembarangan. Saat pusing luar biasa, sebaiknya penderita berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.
Karena mimisan posterior cenderung hebat, maka penanganannya tidak boleh sembarangan. Saat upaya menjepit hidung dengan kedua tangan atau mengompres dengan air es tidak berhasil, maka hendaknya langsung dibawa ke rumah sakit.
“Penanganan awalnya sama seperti anterior untuk memastikan mimisannya bersumber dari mana. Kalau tidak berhenti, berarti itu posterior,” ujar dokter yang bertugas di Poli THT RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo ini. (riz/rud)
MIMISAN
Asal Pendarahan
- Bisa dari hidung sisi depan yang disebut anterior.
Mimisan anterior, bisa dikarenakan hidung kering atau sering mengorek hidung. Bisa juga trauma saat terjatuh.
- Bisa dari belakang yang disebut posterior
Biasanya terjadi pada orang dewasa yang usianya lebih dari 40 tahun. Paling umum karena hipertensi atau akibat mengonsumsi obat-obatan yang mengandung zat arterio sklerosis yang menyebabkan pembekuan darah sulit terjadi.
Pecegahan
- Cara mencegah mimisan anterior, dengan tidak mengorek-ngorek hidung dan anak selalu diawasi agar tidak memasukkan benda asing ke hidungnya.
- Mimisan dari posterior bisa dicegah dengan tidak mengonsumsi obat-obatan sembarangan. Saat pusing luar biasa, sebaiknya penderita berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.
Penanganan
- Saat anak mimisan, bisa menjepit hidung dengan kedua tangan selama lebih dari lima menit. Lalu, mengompres bagian hidung menggunakan air dingin atau air es.
- Mimisan posterior cenderung hebat, maka penanganannya tidak boleh sembarangan. Saat upaya menjepit hidung dengan kedua tangan atau mengompres dengan air es tidak berhasil, maka hendaknya langsung dibawa ke rumah sakit.
Editor : Ronald Fernando