Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pentingnya Perhatikan Kualitas Tidur

Fahrizal Firmani • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 21:50 WIB
Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur

Oleh: dr. Intan Sudarmadi, Spesialis Neurologi di Kota Probolinggo


PADA umumnya, manusia butuh tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya usai seharian beraktivitas. Dengan tidur, seseorang bisa mengembalikan kondisi fisik dan psikisnya. Sehingga, bisa kembali berkegiatan maksimal.

Lama tidur ideal bagi seseorang berbeda. Tergantung tingkatan usia. Hal itu diungkap spesialis Neurologi di Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi.

Menurut dr Intan, pada usia dewasa aktif dan lansia, dianjurkan tidur antara tujuh hingga sembilan jam. Sementara untuk usia anak, antara 9 sampai 10 jam. Sedangkan lama tidur bagi usia bayi antara 10 sampai 15 jam. Usia anak dan bayi lebih lama karena mereka masih dalam masa pertumbuhan.

Namun, yang perlu diperhatikan, bukan hanya kuantitas tidur. Kualitas tidur juga harus baik. Sebelum tidur, sebaiknya tidak melihat handphone atau menonton televisi agar bisa tidur dengan nyaman.

“Kalau mau tidur jangan melihat handphone. Ini untuk menghindari ketiduran karena gadget. Sehingga, bisa menciptakan kualitas tidur yang baik,” pesan dr Intan.

Pria yang juga menjadi Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo ini menjelaskan, saat tidur disarankan agar lampu dimatikan. Minimal, lampu menyala dalam kondisi redup. Sehingga, otak dan mata bisa beristirahat maksimal.

“Selain itu, saat tidur, sebaiknya memakai pakaian yang longgar dan tidak ketat. Agar peredaran darah lancar,” jelas dr Intan.

Waktu tidur ideal adalah sesudah isya. Namun, ini tidak perlu jadi acuan 100 persen. Sebab, terkadang saat malam, seseorang masih memiliki aktivitas. Namun, agar tidur berkualitas, sebisa mungkin usai aktivitas rampung, langsung tidur.

Jika tidur malam dirasa kurang maksimal karena ada pekerjaan, bisa diganti dengan tidur siang sejenak. Selama 30 sampai 45 menit. Antara pukul 12.00 sampai 13.00. Hindari tidur siang terlalu lama karena tidak baik bagi kesehatan.

“Tidur siang itu baik untuk membuat otak dan badan kembali segar. Namun, kalau terlalu lama ya tidak baik,” terangnya.


Kurang Tidur Itu Berbahaya

Meski tidur memiliki banyak manfaat, sayangnya, banyak yang masih menyepelekan. Padahal, kurang tidur bisa berdampak pada kesehatan. Mulai dari gangguan fisik hingga mental.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menerangkan, efek tidak tidur cukup bisa berbahaya. Mulai dari kondisi fisik tidak fit, konsentrasi berkurang, emosional, hingga depresi.

Jika tidak memungkinkan untuk tidur malam karena pekerjaan, maka bisa diganti tidur pada pagi dan siang hari. Meski manfaatnya tidak sebaik tidur malam, namun minimal bisa mengembalikan kondisi fisik yang dipakai saat terjaga semalaman.

Bagi yang suka bergadang untuk nonton bola, kata Intan, boleh-boleh saja. Asalkan kegiatan ini tidak dilakukan setiap hari. Untuk mengganti tidur yang kurang saat malam, bisa melakukan tidur sejenak di siang hari.

Saat badan gerah dan harus menyalakan AC ataupun kipas angin saat hendak tidur, arah AC dan kipas angin tidak boleh langsung diarahkan ke badan. Posisi tidur juga harus diperhatikan. Posisi yang baik menghadap kanan.

“Memakai guling ataupun selimut saat tidur boleh. Karena itu sarana. Yang perlu diperhatikan, kualitas tidur,” tuturnya. (riz/mie)

Editor : Jawanto Arifin
#tips kesehatan #kualitas tidur