Kutu rambut memiliki nama latin pediculus humanus capitis. Sejenis kutu kasat mata yang fokus menginfeksi area rambut kepala. Kutu ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.
Menurut dr Desi Nur Anggraini, kutu rambut ini biasanya ditemukan pada mereka yang buruk dalam menjaga kebersihan diri. Salah satunya, jarang keramas. Penularan lebih berisiko terjadi dalam lingkungan yang padat. Misalnya, asrama atau pondok pesantren. Sebab, mereka biasanya memakai barang-barang pribadi yang sama. Terkadang bergantian.
”Menggunakan sarung bantal, handuk, hingga sisir yang sama bisa berbahaya. Sebab, kutu menular langsung dari pemakaian barang pribadi,” ungkapnya.
Dokter yang berdinas di Puskesmas Kanigaran, Kota Probolinggo, itu menjelaskan, pada penderita yang baru terserang kutu, gejala gatalnya timbul 2 pekan setelah kutu muncul di kepala. Sedangkan, yang sudah pernah kena, gejala gatal timbul antara satu sampai 2 hari.
Keluhan gatal ini diakibatkan oleh reaksi alergi dari air liur kutu saat mengisap darah di kulit kepala. Efek lainnya, kulit kepala terasa perih karena luka setelah digaruk-garuk. Selain itu, mata menjadi merah karena kutuh jalan di dekat areal mata.
”Gejala lainnya, demam hingga pembesaran kelenjar getah bening di sekitar kepala. Itu karena infeksi kutu. Kalau tidak segera diobati, bisa terjadi anemia bagi anak. Juga bisa demam berkelanjutan,” sebut dokter 28 tahun tersebut.
Bila Perlu, Datang ke Faskes
Kutu rambut bisa merayap dengan cepat. Kondisi itu memungkinkan kutu rambut dapat berpindah dari satu kepala ke kepala lain melalui kontak benda-benda yang digunakan di kepala.
Menurut dr Desi, saat seseorang mengalami gangguan kutu rambut, seluruh benda yang kontak dengan rambut harus segera dicuci. Pakaian dan kain bisa direndam dalam air panas. Kemudian dicuci dan dijemur.
”Mencucinya harus dipisah dengan pakaian lain. Sisir bisa dibersihkan dengan alkohol. Namun, penderita tidak perlu dijauhi karena penularan hanya dari kontak langsung,” terangnya.
Penderita bisa mencoba mengobati sendiri kulit kepala yang gatal. Caranya, rambut dibasahi dulu. Selanjutnya, diberi sampo, kondisioner, atau cairan obat yang mengandung permetrin. Lalu, diamkan selama 10 menit dan bilas.
Setelah itu, sisir rambut dengan menggunakan sisir serik yang jarak runcingnya rapat. Ulangi lagi hari berikutnya. Kalau belum membaik juga selama 7 hari, bisa datang ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Bagaimana untuk yang berjilbab? Setelah keramas, diamkan rambut hingga kering agar tidak lembap. Kemudian, baru mengenakan jilbab lagi seperti biasa. Bagi anak di bawah usia 2 tahun, ibu hamil, dan menyusui, lebih baik konsultasi ke dokter untuk penanganannya.
”Jangan menangani kutu sendiri,” terang Cici, sapaan akrab dr Desi. (riz/far) Editor : Ronald Fernando