Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Menjaga Kesehatan Kuku Ekuivalen Merawat Kesehatan Tubuh

Jawanto Arifin • Sabtu, 24 September 2022 | 15:52 WIB
Ilustrasi (Zainal Arifin/Radar Bromo)
Ilustrasi (Zainal Arifin/Radar Bromo)
KUKU yang bersih dan sehat berdampak bagus bagi kesehatan tubuh pemiliknya. Karena itu, perawatan kuku harus dilakukan dengan benar. Jika asal-asalan, kuku bisa mudah terserang bakteri dan menimbulkan penyakit.

Ada dua penyakit yang paling sering terjadi pada kuku. Pertama, cantengan. Penyakit ini muncul karena kuku tumbuh ke dalam dan berubah menjadi daging lunak. Biasanya, cantengan terjadi karena kesalahan saat memotong atau tidak pas dalam memakai sepatu.

Photo
Photo
dr Alusya Ayu, dokter di Kota Probolinggo

Misalnya, memotong kuku terlalu pendek atau memakai sepatu yang terlalu sempit. Penyebab lainnya adalah jari mengalami luka karena aktivitas sehari-hari. Bisa akibat terantuk atau tersandung benda keras.

”Jika terjadi seperti itu, cara mengobatinya adalah membersihkan kuku dengan cairan antiseptik. Tapi, kalau semakin parah, konsultasi saja ke dokter. Nanti dilakukan pemotongan di baigan tepi kuku,” ungkap dr Alusya Ayu.

Selain sakit cantengan, kuku juga bisa sakit karena terinfeksi jamur. Ini ditandai dengan perubahan warna kuku yang menjadi kusam. Penyebabnya adalah kurangnya menjaga kebersihan kuku. Risiko bisa meningkat pada penderita diabetes. Jamur kuku bisa diatasi dengan obat jamur dari dokter.

Kelainan pada kuku juga bisa menjadi indikasi adanya gejala penyakit serius. Pertama, ada sindrom kuku kuning. Biasanya itu ditandai dengan kondisi kuku yang mengalami penebalan dan tumbuh lebih lama daripada orang normal.

Idealnya, kuku orang normal tumbuh antara 0,5 sampai 1 sentimeter dalam sepekan. Tapi, jika terkena sindrom ini, pertumbuhannya kurang dari 0,5 sentimeter. Kondisi tersebut terjadi karena ada pembengkakan saluran getah bening dalam tubuh.



Ada pula kelainan berupa jari tabuh atau clubbing finger. Kondisi itu biasanya ditandai dengan kuku membulat dan mengeras di ujung jari. Misalnya ujung kuku jempol. Kondisi tersebut merupakan indikator kadar oksigen yang rendah dalam darah. Ini berkaitan dengan penyakit jantung.

”Ada juga kuku dengan garis mees atau garis putih yang melintang. Itu menandakan ada arsenik di dalam aliran darah. Kemudian, ada kuku berlekuk atau pitting nails yang terjadi pada penderita penyakit kulit atau psoriasis,” papar dr Ayu.

Ada lagi gejala penyakit yang terlihat pada kuku. Yaitu, koilonikia atau kondisi kuku melengkung ke luar seperti sendok. Ini ciri penyakit dengan gangguan jantung atau lupus. Ada juga leukonikia yang ditandai dengan garis atau titik pada kuku yang tidak beraturan. Ini tidak berbahaya. Penyebabnya bisa benturan dengan benda keras.

”Yang terakhir, ada kuku terry dengan ujung kuku berubah menjadi warna gelap. Ini bisa terjadi pada penderita jantung, liver, dan diabetes,” pemilik Klinik Alusya itu.

 

Jangan Biarkan Tumbuh Panjang

Kuku yang sehat adalah kuku yang bersih dan kuat. Permukaannya berwarna jernih dan sedikit terlihat warna merah muda pada bantalannya. Selain itu, teksturnya rata dan halus.

Agar memiliki kuku dengan ciri-ciri seperti ini, penting bagi seseorang untuk selalu menjaga kesehatan kukunya. Langkah-langkah yang bisa dilakukan, antara lain, menghindari kebiasaan menggigit kuku. Sebab, perilaku itu mengundang bakteri untuk masuk dalam tubuh.

Selanjutnya, memotong kuku secara teratur dan rutin dengan gunting kuku yang tajam. Dianjurkan untuk menggunting kuku setelah mandi. Sebab, saat itu kondisi kuku lebih lunak. Mengoleskan lotion khusus kuku, mencuci tangan dan kaki secara teratur dengan sabun, serta menggunakan alas kaki yang nyaman juga sangat baik untuk menjaga kesehatan kuku.



”Yang juga penting, hindari menggunakan gunting kuku bergantian. Penggunaan gunting kuku secara bergantian bisa meningkatkan risiko tertularnya HIV,” jelasnya.

Menurut dr Ayu, fenomena memanjangkan kuku sering dilakukan oleh perempuan. Secara medis kebiasaan itu sebenarnya kurang tepat. Memotong kuku secara teratur itu lebih baik demi kesehatan.

Banyak risiko yang bisa dialami seseorang jika mereka memanjangkan kuku. Di antaranya, kebersihan kuku berkurang karena kuku menjadi tempat masuknya bakteri. Jadi, bakteri rawan menempel dan masuk ke dalam tubuh.

Misalnya saat buang air besar (BAB). Terkadang tanpa disadari, bakteri menempel pada kuku yang panjang. Lalu, masuk ke dalam tubuh saat mengonsumsi makanan. ”Kuku panjang juga menyebabkan cedera, misalnya kalau menggaruk kulit terlalu keras,” pungkas dr Ayu. (riz/far)

 

Kondisi Kuku dan Gejala yang Perlu Diperhatikan

Sumber: dr Alusya Ayu Editor : Jawanto Arifin