Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ternyata Menyemprot Parfum Langsung di Leher Picu Dampak Negatif, Apa Saja?

Arif Mashudi • Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:00 WIB

ILUSTRASI
ILUSTRASI
 

BAGI pria dan wanita, parfum tak hanya menjadi pewangi. Tapi juga identitas. Hanya sedikit orang yang tak mengenakan parfum.

Tapi ternyata ada dampak penggunaan parfum, terlebih bila digunakan tak tepat. Misalnya menyemprot langsung ke leher.

Kebiasaan menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher masih banyak dilakukan masyarakat untuk menjaga aroma tubuh tetap segar.

Namun, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan kulit, mulai dari iritasi hingga mempercepat penuaan dini.

Dokter Anindia Indraswari, selaku Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di IHC RS Wonolangan Probolinggo menerangkan, kulit leher memiliki lapisan yang lebih tipis dan sensitif dibandingkan area kulit lainnya.

Kandungan alkohol serta zat kimia pewangi dalam parfum dapat memicu reaksi negatif bila mengenai kulit secara langsung.

“Parfum umumnya mengandung alkohol dan fragrance yang cukup kuat. Jika disemprotkan langsung ke leher, bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, hingga rasa perih, terutama pada pemilik kulit sensitif,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dokter spesialis lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tahun 2023 itu menambahkan, penyemprotan parfum langsung ke kulit leher sebaiknya dihindari.

Sebabnya, ada risiko terjadi suatu reaksi alergi, iritasi. Bahkan pada penggunaan jangka panjang bisa terjadi penyerapan bahan kimia parfum yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon.

Beberapa parfum yang beredar sekarang ini mengandung bahan-bahan kimia sintesis salah satunya adalah ftalat. Zat inilah yang dapat mengganggu keseimbangan hormon bila terpapar dalam jangka waktu yang panjang.

Tak hanya itu, paparan parfum di leher yang sering terkena sinar matahari juga dapat memicu penggelapan warna kulit.

“Reaksi antara kandungan parfum dan sinar ultraviolet dapat menyebabkan hiperpigmentasi. Sehingga kulit leher tampak lebih gelap dibandingkan area wajah,” terangnya.

Bila sudah terjadi suatu reaksi alergi ataupun iritasi, kata Anindia, paling utama yang paling utama dilakukan adalah stop penyemprotan parfum pada area tersebut.

Kemudian  beri antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan reaksi alergi. Namun, jika keluhan memberat segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut

”⁠Penyemprotan parfum pada area tubuh lain seperti pergelangan tangan boleh dilakukan bila tidak ada reaksi alergi dan iritasi. Tetapi baiknya semprotkan parfum ke kerah, area ketiak dan area dada pada pakaian yang tidak langsung kontak dengan kulit dengan jarak semprot tidak terlalu dekat agar tidak merusak kain pakaian,” imbaunya.

Jika ingin semprotkan parfum langsung ke kulit, maka harus mempertimbangkan pemilihan jenis parfum. Jadi harus memilih parfum yang mengandung bahan-bahan alami dan minim zat sintesis agar tidak menimbulkan keluhan kulit dan penyakit lainnya.

 

Risiko Semprot Parfum Langsung ke Leher:

  1. Picu Iritasi

Kulit Leher Lebih Tipis dan Sensitif dan memicu iritasi, kemerahan, rasa perih atau panas, kulit kering dan mengelupas. Bagi pemilik kulit sensitif, efek ini bisa muncul hanya dalam hitungan menit.

  1. Risiko Dermatitis Kontak.

Parfum mengandung alkohol dan berbagai bahan kimia pewangi (fragrance). Zat ini dapat memicu dermatitis kontak, yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan Gatal berlebihan, Ruam kemerahan, Bentol kecil, Rasa terbakar.

  1. Memicu Penggelapan Kulit Leher

Penggunaan parfum langsung di leher, apalagi saat terpapar sinar matahari, dapat memicu hiperpigmentasi (kulit menggelap).

  1. Mempercepat Penuaan Dini

Alkohol dalam parfum bersifat mengeringkan. Jika sering disemprotkan ke leher mengakibatkan kulit kehilangan kelembapan alami, elastisitas menurun, garis halus dan keriput lebih cepat muncul. Padahal, leher adalah area yang mudah menunjukkan tanda-tanda penuaan.

  1. Risiko Alergi dan Sensitivitas Jangka Panjang.

Paparan bahan kimia parfum secara rutin dapat membuat kulit “belajar” menjadi sensitif. Artinya, kulit yang awalnya baik-baik saja bisa tiba-tiba menjadi gampang merah, mudah gatal, reaktif terhadap produk lain, itu dikenal sebagai sensitisasi kulit. (mas/fun)

 

Cara Aman Gunakan Parfum Supaya Tetap Wangi Tanpa Merusak Kulit

Editor : Abdul Wahid
#Iritasi #pewangi #parfum