Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bagaimana dan Berapa Lama Membedong Bayi Baru Lahir?

Jawanto Arifin • Sabtu, 17 Desember 2022 | 17:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SALAH satu kebiasaan orang tua di Indonesia adalah membedong bayi atau membungkus seluruh badan bayi dengan kain. Cara ini bagus karena bisa menghangatkan tubuh bayi. Tapi, jika dilakukan terlalu lama, akibatnya bisa berbahaya bagi pertumbuhan anak.

Menurut dr Alusya Ayu, kebiasaan membedong bayi memang bermanfaat untuk menghangatkan badan si buah hati. Tujuannya, menjaga suhu tubuh dan membuat bayi merasa terlindungi. Sebab, suhu saat dibedong dipercaya sama dengan suhu di dalam kandungan.

Bayi baru lahir biasanya sering melakukan gerakan refleks secara tiba-tiba. Kadang itu membuatnya terkejut dan terbangun di tengah tidur lelap. Sehingga, sering orang tua membedong bayi agar tubuhnya tetap hangat dan nyaman.

Cuma, kebiasaan bedong ini memiliki dampak negatif. Mengapa? Ada kebiasaan orang tua dulu. Saat membedong bayi, kedua kaki ikut diluruskan dan dirapatkan secara paksa. Alasannya, kaki bayi baru lahir berbentuk seperti huruf O.

”Orang tua khawatir anaknya tumbuh dengan kaki huruf O. Makanya, saat membedong, kaki bayi dipaksa diluruskan. Itu justru berbahaya bagi pertumbuhan bayi,” terang perempuan yang juga pemilik Apotek Alusya ini.

Bedong yang terlalu kencang bisa mengakibatkan tulang panggul bergeser atau dislokasi. Selain itu, bayi juga berisiko mengalami sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi yang mendadak.

Risiko fatal tersebut mungkin terjadi saat bayi dibedong selama tidur. Dikhawatirkan, kain bergeser dan menutup saluran pernapasan. Karena itu, sebaiknya, membedong bayi tidak dilakukan dalam waktu terlalu lama.



”Biasanya orang tua itu membedong agar anaknya cepat tidur. Cuma, sebaiknya, bayi tidak dibiarkan tidur dalam kondisi dibedong. Setelah bayi tertidur, kain bisa dilepas,” tambah dr Ayu.

 

Gunakan Kain yang Nyaman

Kebiasaan membedong boleh dilakukan asal orang tua harus tetap memperhatikan beberapa hal. Sebab, kenyamanan dan kesehatan bayi adalah yang terpenting.

Dokter Ayu menuturkan, sebaiknya bayi tidak dibedong pada siang hari. Tujuannya, mereka diharapkan bisa aktif. Sehingga tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Sebaliknya, bayi boleh dibedong saat orang tua hendak menidurkan mereka agar merasa nyaman. Namun, bayi harus dijaga agar tetap merasa nyaman. Setelah mereka terlelap, kain boleh dilepas.

”Lama waktu membedong bayi itu relatif. Tapi, jangan terlalu lama atau seharian karena tidak baik bagi kesehatan. Bayi dibedong sebaiknya saat dia belum tidur. Orang tua ingin membuat mereka tidur,” jelas dokter yang tinggal di Perum Sumber Taman Indah (STI), Kota Probolinggo, ini.

Kain yang bagus untuk membedong, lanjut dr Ayu, harus kain yang nyaman. Hindari kain bertekstur kasar, seperti kain jarik. Sebab, kain itu bisa membuat kulit bayi mengalami iritasi.

Saat mengalami demam, bayi sebaiknya tidak dibedong. Meski bedong memiliki fungsi untuk menghangatkan tubuh bayi, justru demam akan sulit turun jika tubuh dalam kondisi dibungkus. Karena tubuh tertutup, suhu panas tidak keluar.



”Kalau bayi demam, lebih baik gunakan baju yang tipis agar demam cepat turun dan bisa segera sembuh,” terang lulusan SMPK Mater Dei Kota Probolinggo ini. (riz/far) Editor : Jawanto Arifin
#bayi baru lahir #bedong bayi