Terungkap Lansia di Sumber Probolinggo Diduga Dihabisi Adik Ipar

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 18:12 WIB
TERDUGA PELAKU: SAL, 72 (tengah), terduga pelaku pembunuhan terhadap NI, 83, diamankan petugas Polres Probolinggo, Minggu (4/10).
TERDUGA PELAKU: SAL, 72 (tengah), terduga pelaku pembunuhan terhadap NI, 83, diamankan petugas Polres Probolinggo, Minggu (4/10).

SUMBER, Radar Bromo - Polisi akhirnya mengamankan terduga pelaku pembunuhan terhadap NI, 83, warga Desa Cepoko, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Dia adalah SAL, 72, yang tak lain adik ipar korban.

SAL diamankan petugas Satreskrim Polres Probolinggo pada Minggu (4/10) siang. Ia dijemput di tempat persembunyiannya di Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, sekitar pukul 10.00.

Kepala Dusun Darungan Tengah, Desa Cepoko, Muhammad Hasim membenarkan penjemputan tersebut.

Menurutnya, polisi membawa SAL dari sebuah tempat di Gucialit. “Kami kurang paham itu rumahnya siapa, sebab yang bersangkutan ini warga Desa Cepoko juga,” kata Hasim.

Hasim mengatakan, sejak awal sebenarnya warga telah menaruh curiga terhadap SAL.

Namun warga tidak berani langsung menuduh. Sebab, kemungkinan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

“Jadi kami masih mencari informasi, khawatirnya ada kemungkinan pelaku lainnya terlibat,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Cepoko Sumber Probolinggo Tewas Bersimbah Darah di Ladang, Ini Kecurigaan Pihak Keluarga

Karena itu, pascakejadian, warga beberapa kali menyisir di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Tujuannya, mencari kemungkinan adanya bukti tambahan maupun petunjuk lain yang dapat mengarah kepada pelaku. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil saat itu.

“Kami juga sempat menyisir TKP beberapa kali pascakejadian untuk mencari bukti lain atau pelakunya. Namun nihil saat itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa Apriyantoro mengatakan, perkara tersebut masih dalam proses penanganan kepolisian.

Ia meminta semua pihak memberikan ruang kepada penyidik untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman sesuai prosedur yang berlaku.

“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah informasi terverifikasi dan dapat dipublikasikan,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan NI meninggal dunia. Termasuk memastikan motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Diketahui sebelumnya, NI ditemukan tak bernyawa di kawasan hutan pinus milik Perhutani, Senin (28/9) siang. Tepatnya di petak 57C RPH, Dusun Darungan Kidul, Desa Cepoko, Sumber.

Sebelumnya, korban dicari keluarganya karena tidak kunjung pulang dari aktivitas mencari rumput. Padahal biasanya, NI sudah kembali ke rumah sekitar pukul 12.00.

Saat itu, keluarga mencari korban ke kawasan hutan tempat korban biasa mencari rumput. Anak korban, YU, 33 dan SU, 36, juga ikut mencari.

“Karena biasanya pukul 12.00 itu sudah pulang dari mencari rumput, ini kok tidak pulang. Akhirnya dicari ke hutan,” ujar Kepala Dusun Darungan Tengah Hasim.

Setelah beberapa saat mencari, keluarga menemukan NI dalam kondisi sudah tak bernyawa. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup bersimbah darah.

Di tangan kanannya terdapat luka. Lalu, di sekitar lokasi juga ditemukan ceceran darah yang memanjang sekitar 20 meter.

Fakta itu menimbulkan dugaan bahwa korban sempat mengalami peristiwa kekerasan sebelum akhirnya meninggal. Bahkan, keluarga menduga korban dibunuh berdasarkan luka pada tubuhnya.

Hasim sendiri menduga, korban dalam perjalanan pulang sebelum meninggal. Sebab, tubuhnya ditemukan di jalur arah pulang.

 “Ceceran darah yang cukup panjang di sekitar lokasi seolah menandakan korban sempat melarikan diri atau semacamnya, namun mungkin gagal dan akhirnya tumbang. Sementara rumput yang dicari sudah terkumpul,” jelasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pembunuhan adik ipar sumber probolinggo lansia