WONOASIH, Radar Bromo-Aksi kawanan pencuri motor masih meneror warga Kota Probolinggo. Tak tanggung-tanggung kawanan maling menggarong dua motor dari sebuah rumah kontrakan sales makanan ringan di Perumahan Griya Pakistaji Asri, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih.
Aksi pencurian itu terjadi Senin (28/9) dini hari. Aksi ini sempat terekam kamera CCTV sekitar.
Tampak tiga orang pria tak dikenal, bekerjasama menggotong dua motor milik korban.
Dua motor tersebut yakni Honda Beat putih milik Muhammad Ainul Imam, warga Kabupaten Jember dan Honda Beat hijau milik Adi.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Aipda Arief Al Hidayat menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan salah satu korban, Muhammad Ainul Imam mengatakan bahwa saat itu ia baru pulang ke kontrakan selepas bermain playstation sekitar pukul 00.00.
Motornya pun ia parkir di teras depan. Berdampingan dengan lebih dari lima motor milik rekan-rekan kontrakan korban lainnya.
Setelah mengunci gerbang dan memastikan motornya telah terkunci, ia pun masuk ke dalam.
Namun saat itu korban tak langsung tidur hingga pukul 03.00. "Baru pukul 03.00 dia (korban, Red) mengaku kesirep," tuturnya.
Berdasarkan rekaman CCTV sekitar pukul 03.50, datang tiga orang tak dikenal. Mereka merusak sistem pengunci gerbang portal perumahan dan gembok gerbang kontrakan korban.
Dua motor lantas dikeluarkan dari teras dan digotong bersama-sama menuju sawah di sisi timur atau di belakang area perumahan. Sementara gerbang dibiarkan terbuka sedikit.
"Dari sawah ini, mereka baru mengendarai motor hasil curiannya," katanya.
Arief mengatakan bahwa baik korban maupun penghuni kontrakan lainnya tak mendengar suara mencurigan apapun dari arah teras.
Korban baru mengetahui motornya telah raib karena ada salah satu tetangganya yang membangunkannya.
"Menjelang subuh ada tetangganya yang membangunkan karena gerbangnya membuka sedikit hingga subuh. Gemboknya juga ada di bawah dengan kondisi rusak," katanya.
Ternyata benar dua motor telah raib dari teras kontrakan. Atas kejadian ini, kedua korban menderita kerugian total Rp 28 juta. Arief mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini.
"Korban sudah melapor secara resmi ke Polsek Wonoasih pada Senin (28/9) siang. Kami juga telah mendatangi lokasi untuk olah TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi