Lompat dari Atap usai Kepergok Bobol Toko, Terduga Maling di Leces Probolinggo Tewas

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 21:36 WIB

OLAH TKP: Anggota kepolisian Polres Probolinggo melakukan olah TKP di toko audio milik Erno, 45, di Jalan Raya Leces, masuk Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9) pagi.

OLAH TKP: Anggota kepolisian Polres Probolinggo melakukan olah TKP di toko audio milik Erno, 45, di Jalan Raya Leces, masuk Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9) pagi.

 

LECES, Radar Bromo – Aksi membobol toko audio di Jalan Raya Leces, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, berujung maut.

JAR, 40, terduga pencuri, tewas setelah melompat dari atap toko Senin (14/9) dini hari.

Toko itu sendiri milik Er, 45, warga Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Setelah toko tutup, Er biasanya pulang. Namun kamera CCTV di toko terhubung langsung ke gawainya. Sehingga aktivitas di toko tetap dapat dipantaunya.

Sekitar pukul 01.00, Er menerima notifikasi CCTV yang mendeteksi ada aktivitas di dalam toko.

Karena curiga ada maling di tokonya, Er dengan mengajak beberapa tetangganya mendatangi toko saat itu juga.

Begitu sampai di lokasi, Er langsung membuka toko yang pintunya menggunakan jenis pintu harmonika. Hasilnya, tidak terlihat orang di dalam toko.

Diduga, JAR naik ke plafon toko untuk bersembunyi karena mendengar pintu toko dibuka.

Namun sejumlah spare part dan perangkat audio telah berpindah dari dalam etalase dan diduga hendak diangkut.

Barang-barang tersebut di antaranya enam set manajemen audio dengan harga rata-rata sekitar Rp 8 juta per set. Lalu, dua set power amplifier yang masing-masing bernilai sekitar Rp 14 juta serta dua set mixer dengan harga sekitar Rp 10 juta per set.

Di sisi lain, warga sekitar yang mendengar ada pencurian langsung berdatangan dan berkumpul di depan toko.

Warga kemudian mendengar suara mencurigakan dari plafon atau bagian atas toko.

Mereka menduga, terduga pencuri bersembunyi di plafon. Warga pun mengepung toko dan berusaha mencari JAR.

“Kemungkinan karena dikepung warga itu, terduga akhirnya berusaha kabur dengan melompat atap. Dia keluar lewat sisi kiri (bagian selatan toko) dan melompat ke lahan kosong,” terang Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana.

Warga yang sudah mengepung lokasi, langsung merangsek begitu melihat terduga pelaku melompat ke lahan kosong.

Tanpa dikomando, mereka menangkap warga asal Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, itu dan memukulinya.

Sholihin, 40, warga sekitar yang ikut mengepung toko mengatakan, tidak diketahui pasti berapa jumlah orang yang terlibat percobaan pencurian itu. Namun diduga aksi tersebut dilakukan lebih dari satu orang.

“Kemungkinan pelakunya itu lebih dari satu orang, cuma pelaku lainnya masih dicari. Sebab, barang yang hendak dicuri banyak. Dak mungkin dilakukan satu orang,” tuturnya

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Probolinggo. Kasat Reskrim mengatakan, petugas bersama Polsek Leces dan Pamapta langsung mendatangi lokasi.

Petugas kemudian mengamankan dan mengevakuasi JAR dari TKP. Dia lantas dilarikan ke IHC RS Wonolangan, Dringu, untuk mendapatkan penanganan medis.

Nyawa JAR tidak dapat diselamatkan saat dievakuasi. Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dengan kondisi luka pada bagian kepala dan kedua kaki.

Jenazah JAR kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, untuk menjalani visum.

 “Saat ini jenazahnya masih di rumah sakit. Kami masih menunggu pihak kepolisian Polres Probolinggo untuk langkah selanjutnya,” ungkap Humas RSUD Waluyo Jati Anang Kurniawan.

Sementara itu, petugas kepolisian juga melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. “Kami langsung melakukan olah TKP, serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kejadian ini,” terang Kasat Reskrim.

Sejumlah barang bukti juga diamankan dari lokasi. Termasuk alat yang diduga digunakan dalam percobaan pencurian serta beberapa barang milik toko yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kasat Reskrim mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Menurutnya, informasi masyarakat dapat membantu polisi menjaga keamanan, sekaligus mengungkap dugaan tindak pidana.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam upaya menjaga keamanan dan mengungkap setiap dugaan tindak pidana,” pungkasnya.

Saat ini, menurutnya, Polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk memastikan rangkaian kejadian itu. Termasuk mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Semuanya masih dalam penyelidikan. Termasuk plafon toko yang berlubang. Kami belum bisa memastikan, apakah plafon memang berlubang atau dilubangi terduga pelaku,”  pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
sumberkare Leces pencurian wonomerto probolinggo