SUMBER, Radar Bromo- Wilayah Hukum Polsek Sumber, Polres Probolinggo, diobok-obok kawanan rampok. Dalam sepekan terakhir, setidaknya ada tiga kejadian pencurian dengan kekerasan (curas) di Kecamatan Sumber.
Terbaru, menimpa seorang warga Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Ponijan, 63. Korban dirampok ketika melintas di kawasan Hutan Mahagoni, Dusun Kawuk, Desa/Kecamatan Sumber, Sabtu (29/8) malam.
Kepala Desa Ledokombo Sandi Kusuma mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban baru pulang berdagang sayur di Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo. Ia seorang diri mengendarai pikap L300 sekitar pukul 21.00.
Tanpa disadari korban, ada seorang pria tak dikenal yang naik ke bak pikapnya. Sesampai di tikungan Dusun Kawuk, pelaku tiba-tiba menodongkan celurit ke leher korban dari arah belakang. “Korban kaget dan tidak berani melawan, karena takut celuritnya kena ke leher,” katanya.
Pelaku akhirnya berhasil mengambil uang hasil berdagang korban senilai Rp 4,5 juta. Awalnya, korban menyimpan duitnya di dalam tas kain biru. Setelah berhasil mengambil tas korban, pelaku kabur ke arah barat daya menuju hutan pinus.
“Korban lantas dibantu warga sekitar yang melintas. Ia juga langsung ke Polsek Sumber untuk melapor,” jelasnya.
Kejadian ini bukanlah satu-satunya. Tiga hari sebelumnya, Rabu (26/8), seorang karyawan bank, Yuyun, 28, juga menjadi korban begal. Warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ini menderita kerugian sekitar Rp 2,5 juta.
Yuyun mengatakan, saat itu dirinya bersama dua orang temannya hendak pulang ke Kota Probolinggo, sekitar pukul 19.30. Mereka mengendarai dua sepeda motor.
Sesampainya di Blok Klerek, Dusun Tempuran, Desa/Kecamatan Sumber, tepatnya di bawah area hutan pinus, tiba-tiba muncul tiga orang tak dikenal. Mereka menggunakan masker tengkorak. Satu orang di kiri jalan dan dua orang di sisi kanan jalan. Seluruhnya membawa senjata tajam jenis celurit.
“Teman saya awalnya juga ditodong celurit, tapi mereka berhasil lolos. Sementara saya tidak bisa,” ujar Yuyun.
Tak berhasil kabur, Yuyun diminta turun dari motornya. Ia juga diminta melepas tas punggungnya yang berisi satu unit Tablet senilai Rp 2,5 juta. Setelah memberikan tasnya, Yuyun kabur meninggalkan motornya dan menuju perkampungan terdekat.
“Saya dibantu warga menuju Polsek Sumber. Ternyata teman-teman saya yang berhasil lolos juga sudah di polsek, mereka meminta bantuan kepada anggota kepolisian di sana,” jelasnya.
Anggota Polsek Sumber juga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Ternyata, motor korban masih di lokasi tersebut dan hanya berpindah beberapa meter. “Mungkin mereka saat hendak membawa motor tersebut, kepergok warga duluan. Jadinya ditinggal,” ujarnya.
Sehari sebelum kejadian menimpa dirinya, kata Yuyun, juga ada seorang petugas bank titil yang motornya dimaling. Sepeda motornya amblas dibawa kabur, Selasa (25/8).
“Infonya motor Honda Revo itu diparkir sekitar 15 menit di tepi jalan. Sementara, dia (petugas bank titil) menemui nasabahnya,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Sumber, Suyoko, 40. Menurutnya, dalam sepekan ada tiga rentetan kejadian pencurian.
“Satu terjadi Sabtu (29/8) malam. Lalu, sebelumnya ada juga yang dicuri itu tasnya, mungkin dikira di dalam tas itu ada uangnya. Kemudian, sebelumnya lagi, motor yang dicuri,” jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Sumber Iptu Ses Sugeng Santoso hanya memberikan keterangan singkat terkait sejumlah kasus ini. katanya, seluruh laporan korban masih dalam penyelidikan. “Semuanya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya. (gus/rud)
Sabtu, 29 Agustus 2026
Pedagang sayur dirampok ketika melintas di kawasan Hutan Mahagoni, Dusun Kawuk, Desa/Kecamatan Sumber. Kerugian Rp 4,5 juta.
Rabu, 26 Agustus 2026
Seorang karyawan bank dibegal. Satu unit tablet raib. kerugian sekitar Rp 2,5 juta.
Selasa, 25 Agustus 2026
Motor seorang petugas bank titil dimaling ketika diparkir di tepi jalan.
Editor : Fahreza Nuraga