GEMPOL, Radar Bromo - Aksi pencurian laptop milik seorang pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang terjadi pada Jumat (28/8) siang lalu, hingga kini masih misterius.
Minimnya petunjuk di lokasi kejadian, membuat pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras, untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga beraksi seorang diri tersebut.
Kasus yang menimpa korban berinisial AA, warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang juga staf KUA Gempol ini, telah resmi dilaporkan ke Mapolsek Gempol.
Pasca kejadian, Unit Reskrim Polsek Gempol langsung bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban.
Ps. Kanit Reskrim Polsek Gempol Aiptu Heri Susanto, menjelaskan petugas sebenarnya telah mengamankan dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), yang terpasang di ruang utama KUA.
Serta beberapa kamera pemantau, di sekitar area kantor sisi utara dan selatan. Namun, kualitas rekaman yang kurang jelas, menjadi kendala utama petugas lapangan.
"Pelaku diduga berjumlah satu orang dan aksinya memang sempat terekam CCTV di dalam ruang utama. Namun, wajah terduga pelaku tidak terlihat dengan jelas," ujarnya.
Selain itu, sarana kendaraan yang digunakan untuk keluar-masuk area KUA Gempol, juga luput dari deteksi kamera pengawas.
Petugas belum berhasil mengidentifikasi jenis maupun nomor polisi kendaraan, yang dibawa oleh sang pencuri.
Meski dihadapkan pada minimnya petunjuk di lapangan, pihak kepolisian menegaskan tidak akan membiarkan kasus ini menguap begitu saja.
"Belum terungkapnya pelaku pencurian laptop ini, karena petunjuk yang kami miliki sangat minim. Namun, kasus ini tentunya tetap menjadi atensi dan prioritas kami untuk terus diselidiki," tegas Heri. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin