Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Mobil Patroli dan Kerusuhan di Sukorejo Pasuruan, Periksa CCTV Sejumlah Lokasi  

Rizal Syatori • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB
HANGUS: Kondisi salah satu mobil patroli yang dibakar massa yang menghadang suporter yang pulang konvoi dari Malang. Lantaran suporter diamankan di Mapolsek Sukorejo, massa akhirnya merusak sejumlah kendaraan polisi di sekitar Polsek Sukorejo. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)
HANGUS: Kondisi salah satu mobil patroli yang dibakar massa yang menghadang suporter yang pulang konvoi dari Malang. Lantaran suporter diamankan di Mapolsek Sukorejo, massa akhirnya merusak sejumlah kendaraan polisi di sekitar Polsek Sukorejo. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

SUKOREJO, Radar Bromo– Polisi memburu pelaku di balik aksi perusakan dan pembakaran kendaraan polisi serta penyerangan pengguna jalan di Sukorejo-Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kasus yang terjadi Selasa (11/8) dini hari itu kini mendapat atensi khusus Polres Pasuruan dan ditangani bersama Tim Jatanras Polda Jatim.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, Satreskrim Polres Pasuruan saat ini fokus mengungkap dan mengejar pada terduga. Penyelidikan juga melibatkan unit reskrim polsek jajaran.

“Saat ini kami fokus penyelidikan untuk mengungkap para pelakunya, sekaligus menangkapnya. Ini menjadi atensi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (12/8).

Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket), memeriksa saksi-saksi, serta mengecek rekaman CCTV di sejumlah TKP dan sekitarnya.

Selama penyelidikan itu, menurut Kaporles, Satreskrim juga menggandeng Tim Jatanras Polda Jatim.

Penyelidikan tidak hanya difokuskan pada perusakan dan pembakaran kendaraan polisi di dekat Mapolsek Sukorejo serta perusakan Poslantas Taman Dayu di Pandaan.

Baca Juga: Kronologi Aksi Massa Menghadang Suporter usai Pulang Konvoi di Sukorejo Berujung Ricuh, Dipicu Insiden saat Berangkat

Polisi juga memburu pelaku penyerangan terhadap pengguna jalan yang menyebabkan enam orang terluka.

Penyerangan tersebut terjadi di tiga lokasi di Kecamatan Pandaan. Yaitu di Jetak, Patung Sapi, dan Bareng.

Dalam rangkaian kejadian itu, sejumlah korban mengalami luka-luka, sementara motor, HP, dan dompet milik korban dirampas. Satu motor bahkan dibakar.

“Ini merupakan tindak pidana atau kriminalitas, tidak bisa ditolerir. Satreskrim Polres Pasuruan tidak sendirian tapi juga melibatkan polsek jajaran dan Jatanras Polda Jatim,” tegas Harto.

Saat ditanya mengenai jumlah terduga pelaku yang telah diamankan maupun yang sedang diperiksa, Harto belum memberikan keterangan.

Polisi masih memprioritaskan proses penyelidikan sebelum mengumumkan perkembangan lebih lanjut.

“Saat ini fokus kami lidik dulu, untuk terduga pelakunya nanti kami sampaikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan dan perusakan terjadi di dekat Mapolsek Sukorejo, Selasa (11/8) dini hari.

Ratusan massa merusak dan membakar tiga kendaraan milik polisi lantaran emosi tak bisa masuk ke Polsek Sukorejo untuk menyerang supporter yang baru pulang konvoi dari Malang.

Tiga kendaraan itu masing-masing dua mobil patroli dari Polsek Sukorejo dan satu truk dari Polres Pasuruan. Dari dua mobil patroli Polsek Sukorejo tersebut, satu di antarannya ludes dibakar.

Aksi massa yang beringas itu terjadi imbas dari gesekan yang diduga dari oknum suporter yang hendak berangkat konvoi menuju Malang pada Senin (10/8) malam. Gesekan itu lalu memicu massa pada Selasa (11/8) dini hari.

Tak hanya terjadi di sekitar Polsek Sukorejo. Sekitar pukul 03.30, Poslantas Taman Dayu di exit Tol Pandaan, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, dirusak dan diserang massa yang diduga dari kelompok yang sama. Massa baru berhenti saat memasuki pukul 05.00.

Massa yang beringas juga menimbulkan korban luka-luka dari pihak sipil. Polisi mencatat, ada enam korban yang mengalami luka-luka.

Keenam korban yang mendapat perawatan medis di IGD Puskesmas Pandaan adalah pengguna jalan. Masing-masing pengendara dan penumpang motor yang dibonceng. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan suporter konvoi Sukorejo polisi