Begini Langkah Polisi usai Insiden Massa Bakar Mobil Patroli di Polsek Sukorejo usai Hadang Suporter Pulang Konvoi

Rizal Syatori • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:40 WIB

 KETAR-KETIR_Rombongan suporter yang pulang dari konvoi di Malang keluar dari Mapolsek Sukorejo untuk melanjutkan perjalanan pulang dan dikawal petugas. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

KETAR-KETIR_Rombongan suporter yang pulang dari konvoi di Malang keluar dari Mapolsek Sukorejo untuk melanjutkan perjalanan pulang dan dikawal petugas. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

SUKOREJO, Radar Bromo-Insiden penyerangan konvoi supporter kini masih didalami pihak kepolisian. Massa yang merusak mobil patroli dan truk milik polisi jelas merugikan.

Tiga kendaraan polisi mengalami kerusakan, masing-masing dua mobil patroli dari Polsek Sukorejo dan satu truk dari Polres Pasuruan. Dari dua mobil patroli Polsek Sukorejo tersebut, satu diantarannya ludes dibakar.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, aksi massa yang beringas itu terjadi imbas dari gesekan yang diduga dari oknum supporter yang hendak berangkat konvoi menuju Malang pada Senin (10/8) malam. Gesekan itu lalu memicu massa pada Selasa (11/8) dini hari.

 Dari penelusuran koran ini, Senin (10/8) sekitar pukul 20.00, ada rombongan supporter yang jumlahnya mencapai ratusan. Mereka menggunakan atribut Arema yang diduga berasal dari wilayah Sidoarjo, Gempol, Pandaan dan sekitarnya. Malam itu mereka berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Pandaan.

Rencananya, mereka akan melakukan konvoi perjalanan menuju Malang dengan mengendarai motor. Kabarnya, konvoi itu untuk menyemarakkan ulang tahun klub Arema.

KENA DAMPAK: Poslantas Taman Dayu di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan yang mengalami kerusakan, menjadi sasaran amuk massa. Salah satu motor yang dibakar. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
KENA DAMPAK: Poslantas Taman Dayu di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan yang mengalami kerusakan, menjadi sasaran amuk massa. Salah satu motor yang dibakar. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Namun saat melintas di Kota Pandaan tepatnya jalan RA. Kartini, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, terjadi gesekan dengan warga. Beberapa kelompok supporter yang melakukan konvoi tersebut sempat turun dari motor dan melakukan pengejaran.

Baca Juga: Kronologi Aksi Massa Menghadang Suporter usai Pulang Konvoi di Sukorejo Berujung Ricuh, Dipicu Insiden saat Berangkat

"Rombongan konvoi ada yang turun dan langsung mengejar warga, warga langsung lari masuk ke gang menuju kampung. Harusnya rombongan konvoinya tidak lewat kota, tapi lewat by pass lebih aman untuk menghindari gesekan," ucap salah seorang warga, ditemui koran ini di Jalan RA. Kartini, Pandaan.

Gesekan tersebut tidak berlangsung lama. Konvoi salah satu kelompok tersebut berjalan menuju ke selatan dengan mendapat pengawalan petugas. Mereka akhirnya bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Malang.

Tapi rupanya insiden di Jalan RA Kartini bak api dalam sekam. Ada yang menyimpan dendam dan ingin mencegat rombongan konvoi supporter. Mereka menyusun siasat untuk melakukan penghadangan.

Benar saja, pada Selasa dini hari, ada sejumlah massa yang mencoba menghadang kepulangan rombongan konvoi supporter.  Mereka juga mengendarai motor dan berboncengan, namun tanpa menggunakan atribut dari arah utara atau arah Surabaya atau Pandaan. Diduga  merekalah yang berusaha menghadang rombongan kelompok lainnya pulang dari kegiatan di Malang.

Upaya penghadangan itu sebenarnya sudah diantisipasi polisi. "Kemudian anggota Polres Pasuruan dan Polsek Sukorejo serta polsek jajaran, bersama-sama melakukan pengamanan terhadap rombongan tersebut. Mencegah terjadinya bentrokan, kami alihkan ke polsek. Karena kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono.

Persis sekitar pukul 03.00, sejumlah rombongan konvoi supporter, pulang dari Malang.  Polisi  mengawal mulai dari perbatasan wilayah Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Purwodadi. Mereka semua langsung dimasukkan ke dalam Mapolsek Sukorejo untuk menghindari bentrok antara dua kelompok massa atau di duga kelompok suporter berbeda tersebut.

Massa tetap mengejar dan polisi menghalau seraya meminta untuk tidak melakukan kekerasan. Tapi imbauan itu rupanya tak membuat massa puas. Massa menjadi beringas hingga akhirnya mulai melakukan perusakan kendaraan milik polisi hingga membakar satu mobil patrol backbone jenis Mitsubishi Strata Triton.

Entah siapa yang mengawali pembakaran mobil patroli tersebut. Polisi kalah jumlah dan tak kuasa menghalau massa yang makin beringas.

Tak lama berselang, satu unit damkar dari PT. HM. Sampoerna datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran (damkar) langsung memadamkan mobil patroli Polsek Sukorejo yang dbakar.

Pantauan koran ini datang ke TKP, sesaat setelah peristiwa tersebut. Tampak puluhan petugas dari Polres Pasuruan, Polsek Sukorejo dan polsek jajaran berada di lokasi sekaligus standby. Selain Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan Nampak hadir.

Di Mapolsek Sukorejo ada sekitar ratusan massa berkendara motor dan berboncengan. Tampak ada yang masih menggunakan atribut Arema maupun tidak. Usai merusak dan membakar kendaraan polisi, massa balik kanan kembali ke arah Surabaya atau Pandaan.

Aksi massa beringas tak hanya terjadi di sekitar Polsek Sukorejo. Di lokasi lain, pantauan koran ini sekitar pukul 03.30, Poslantas Taman Dayu di exit Tol Pandaan, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, tak luput dari serangan massa yang diduga dari kelompok yang sama.

Kaca di pos polisi ini pecah di beberapa titik. Kaca pecah setelah kena lemparan batu atau benda lainnya. Massa baru berhenti saat memasuki pukul 05.00.

Sementara itu, rombongan konvoi supporter sempat diamankan beberapa jam di Mapolsek Sukorejo. Pagi harinya sekitar pukul 08.26 keluar dari mapolsek setempat, kembali pulang ke rumah atau tempatnya masing-masing dengan mendapat pengawalan dari Polres Pasuruan.

Tiga kendaraan polisi yang mengalami kerusakan dan satu diantaranya ludes dibakar, dievakuasi dari TKP. “Kendaraannya ada di polres," kata kapolres.

Kapolres Harto mengatakan, pascakejadian, pihaknya melakukan penyelidikan, untuk memastikan kronologisnya lengkap. Termasuk mengindentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran tersebut imbuhnya.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat atau seluruh pihak, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menganggu kamtibmas.  "Polres Pasuruan akan melakukan penanganan secara profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Disinggung apakah Polsek Sukorejo menjadi sasaran, ditepis oleh kapolres. "Kalau melihat sepertinya tidak, karena kami hanya mengamankan orang atau masyarakat agar tidak bentrok saja," ujarnya. (zal/fun)

           

Editor : Muhammad Fahmi
konvoi suporter mobil patroli pasuruan malang Sukorejo