Luka Robek 25 Senti dari Benda Tajam Jadi Petunjuk Ungkap Misteri Kematian Nenek asal Minggir Winongan Pasuruan

Fahrizal Firmani • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:48 WIB

 

MASIH MISTERI: Polisi saat mengevakuasi jenazah nenek Rahma yang ditemukan tewas dengan luka di kepala di Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MASIH MISTERI: Polisi saat mengevakuasi jenazah nenek Rahma yang ditemukan tewas dengan luka di kepala di Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo –Polsek Winongan masih memfokuskan penyelidikan kasus penemuan mayat perempuan lansia, Rahma, 71, di Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih mendalami keterangan para saksi.

Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, pemeriksaan saksi menjadi langkah utama untuk mengungkap peristiwa yang dialami korban setelah berpamitan mencari rumput.

Polisi juga menjadwalkan pemanggilan saksi kemarin (7/8). Termasuk memanggil orang-orang yang diduga sempat ditemui korban.

"Penyebab kematian korban belum bisa dipastikan. Cuma memang ada luka robek sepanjang 25 sentimeter di belakang kepala korban diduga karena senjata tajam," katanya.

Menurut Nanang, keterangan para saksi dibutuhkan untuk menyusun rangkaian kejadian sejak korban pamitan hingga ditemukan meninggal.

Baca Juga: Pamit Cari Rumput, Perempuan Lansia di Winongan Pasuruan Ditemukan Tewas, Ada Luka di Kepala Bekas Sabetan Benda Sajam

Korban diketahui tidak kunjung pulang setelah pamit mencari rumput dan akhirnya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kebun jeruk.

"Kami belum berani menarik kesimpulan terkait peristiwa ini. Tunggu hasil pemeriksaan saksi terlebih dahulu," terang Nanang.

Diketahui, Rahma, 71, berpamitan kepada keluarganya untuk mencari rumput pada Rabu (5/8) siang.

Namun malam harinya warga Dusun Getah Kidul, Desa Minggir, Kecamatan Winongan, itu ditemukan tewas di kebun jeruk yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. (riz/hn)

 

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
luka benda tajam pasuruan kematian winongan nenek