SURABAYA, Radar Bromo– Kasus kematian Nurami, 79, dukun pijat bayi di Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, akhirnya terungkap. Korban diduga dibunuh kerabatnya sendiri, YA. Bahkan, pembunuhan itu diduga sudah direncanakan oleh YA.
YA yang sempat kabur berhasil diamankan personel Jatanras Polda Jatim di Semarang, Jawa Tengah.
Jumat (7/8), tersangka digiring oleh kepolisian menuju Gedung Ditreskrimum Polda Jatim untuk pemeriksaan lanjutan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, tersangka diamankan di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pada awal penyelidikan, tersangka berkelit bahwa motif awal pembunuhan karena persoalan utang piutang.
”Setelah kami cek, kami periksa saksi-saksi di seputaran TKP, dari istrinya (tersangka), dari mertuanya, dari saudaranya, ternyata keterangan tersangka palsu,” terang Jumhur, kemarin.
Dari hasil penelusuran lanjutan, diduga YA telah merencanakan aksi pembunuhan pada korban.
Baca Juga: Nenek Dukun Pijat Tewas Bersimbah Darah di Winongan Pasuruan, Polisi Telusuri Dugaan Perampokan,
Warga Sidoarjo tersebut telah memetakan kondisi rumah korban, sehingga dia tahu kapan rumah dalam keadaan kosong.
Baca Juga: Pembunuhan Nenek Dukun Pijat Bayi di Winongan Pasuruan, Polisi Periksa 7 Saksi dan Cari CCTV
Sebelum kematian korban, tersangka yang merupakan kerabat jauh korban melalui sang istri itu, sering berkunjung ke rumah korban.
Bahkan, saat berkunjung dan menjalankan aksi pembunuhan pada 15 Juli lalu, YA disambut baik oleh korban dengan disuguhi kopi.
”Tersangka tahu betul kebiasaan kapan dia (korban) sendiri dan korban itu punya apa. Dia sudah monitor,” urainya.
YA ditengarai menghabisi nyawa korban dengan cara mencekiknya terlebih dahulu. Sebelum akhirnya membanting korban dan berujung pada kematian.
Mantan sekuriti yang kini menganggur tersebut selanjutnya menggasak perhiasan milik korban dan dijual kembali senilai Rp 5 juta. Motifnya, YA membutuhkan uang untuk modal mencari pekerjaan.
”Pembunuhan itu sudah direncanakan karena tersangka mau mencari kerja dan belum punya modal,” beber eks Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri tersebut.
Dugaan pembunuhan itu sendiri terjadi pada Rabu (15/7). Korban yang akrab disapa Mbok Mie ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya.
Diduga, dia jadi korban perampokan. Sebab, saat itu kalung dan gelang emas yang biasa dikenakan korban hilang.
Saat itu sejumlah saksi menyebut, ada lelaki misterius bertamu ke rumah korban sebelum korban ditemukan meninggal. Petugas Polsek Winongan juga menemukan gelas kopi yang diduga disuguhkan korban pada tamunya itu sebelum meninggal. (leh/hn)
Editor : Muhammad Fahmi