WONOASIH, Radar Bromo-Aksi begal motor di Probolinggo kian meresahkan. Jumat selepas subuh (7/8), begal kembali beraksi di jalan Ir Sutami, Kedunggaleng, Wonoasih, Kota Probolinggo.
Yang jadi korbannya adalah mahasiswa kakak-beradik yang hendak ziarah ke Klakah, Kabupaten Lumajang untuk berziarah.
Tiga pelaku begal berhasil membawa kabur motor Honda Scoopy milik korban.
Kedua korban kakak adik adalah Diyah Ayu Nurfadilah, 27 dan Kartika Dewi Ningtyas, 20, asal Dusun krajan RT.04/ RW.01 Kelurahan Kudus, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.
Kedua korban yang kuliah di Surabaya berangkat dari Surabaya sekitar pukul 01.30 untuk pulang ke Klakah Lumajang.
Namun nahas, sekitar pukul 04.15 saat mereka masuk kawasan jalan Ir Sutami, kedua korban dibegal oleh tiga pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Aipda Arif Alhidayatullah saat ditemui mengatakan, kedua korban curas atau begal telah diantar ke jalan Raya Leces, untuk pulang ke rumahnya.
Sebab, korban pulang dari Surabaya ke Klakah, niatnya untuk ziarah ke makama kedua orang tuanya.
”Sesudah membuat laporan, baru saja kami antar kedua korban ke jalan Leces untuk pulang naik Bus,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Kanit reskrim menerangkan, kasus begal itu terjadi sekitar pukul 04.15. Saat itu, kedua korban naik motor Honda Scoopy nopol N 4193 YH untuk pulang ke kampung halamannya.
Namun nahas, sebelum melintasi perbatasan Kota dan Kabupaten Probolinggo, kedua korban dipepet oleh tiga orang tidak dikenal mengendarai satu motor Honda Vario.
Saat berhenti, pelaku yang bonceng di tengah langsung mencabut kunci motor korban.
Kemudian, pelaku yang dibelakang mengayunkan senjata tajam jenis celurit mengancam korban untuk tidak melawan.
”Pelaku tidak ada yang mengenakan penutup wajah. Tetapi pelaku yang ditengah bawa kabur motor korban itu mengenakan helm. Pelaku melarikan diri ke arah timur dengan motor korban,” terangnya.
Atas kejadian itu, kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus begal tersebut.
”Kami tadi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk olah TKP, kami sekarang masih tahap penyelidikan,” ungkapnya. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi