
BEJI, Radar Bromo-Kasus tewasnya Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan usai ditangkap polisi tidak hanya ditangani secara internal Polres Pasuruan. Keluarga korban juga resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal ke Polda Jawa Timur.
Laporan itu dibuat istri korban, Nunuk Afidah pada Selasa (4/8) dini hari.
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/1030/VIII/2026/SPKT/Polda Jawa Timur, keluarga melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Dalam laporan tersebut, terlapor masih ditulis "Dandum dkk", karena proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Dandum diketahui merupakan salah satu anggota kepolisian yang ikut dalam menangkap Widi.
Di sisi lain, Polres Pasuruan memastikan pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat dalam penanganan Widi telah berjalan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengatakan, Kapolres Pasuruan menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada keluarga korban maupun masyarakat atas peristiwa tersebut.
"Kapolres menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat Kabupaten Pasuruan. Kami berkomitmen menangani perkara ini secara transparan dan profesional," ujarnya.
Menurut Joko, tim khusus telah dibentuk untuk memeriksa seluruh saksi maupun anggota yang terlibat dalam penanganan perkara tersebut.
Ia menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggota, proses penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau nanti ada anggota yang terbukti melakukan kesalahan, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan," tegasnya.
Namun Joko belum bersedia merinci jumlah anggota yang diperiksa karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Seperti diberitakan sebelumnya, kematian Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menyisakan duka sekaligus tanda tanya.
Pria yang sehari-hari membuka loket pembayaran listrik dan PDAM itu diduga menjadi korban penganiayaan saat didatangi sejumlah anggota kepolisian, Senin sore (3/8).
Keluarga mendesak aparat mengusut kasus tersebut secara terbuka. Mereka meyakini korban mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia. (tom/fun)
Editor : Muhammad Fahmi