
BEJI, Radar Bromo-Kasus meninggalnya Widi Nurcahyono warga Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan sesaat usai ditangkap polisi jadi atensi korps Bhayangkara.
Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan menegaskan penanganan kasus ini telah diambil alih secara intensif guna mengusut tuntas keterlibatan oknum anggota maupun kronologi lengkap di lapangan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno mengonfirmasi, bahwa seluruh saksi serta oknum anggota yang terlibat saat peristiwa penangkapan sedang menjalani pemeriksaan mendalam.
"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Anggota yang terlibat serta saksi-saksi di lokasi kejadian sedang dimintai keterangan,” kata Joko.
“Kami juga mengumpulkan barang bukti dan menunggu hasil otopsi resmi dari RS Bhayangkara untuk mengungkap kronologi serta fakta sebenarnya," imbuh Joko Suseno, usai mengikuti pemakaman korban.
Joko Suseno memastikan, pihak Polres Pasuruan akan bersikap transparan dan profesional dalam memproses kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Keluarga korban dan masyarakat Desa Gunung Gangsir pun menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga diperoleh keadilan bagi korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, kematian Widi Nurcahyono, 43, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan menyisakan duka sekaligus tanda tanya.
Pria yang sehari-hari membuka loket pembayaran listrik dan PDAM itu diduga menjadi korban penganiayaan saat didatangi sejumlah anggota kepolisian, Senin sore (3/8).
Keluarga mendesak aparat mengusut kasus tersebut secara terbuka. Mereka meyakini korban mengalami kekerasan sebelum akhirnya meninggal dunia. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi