Begal Kian Menggila di Probolinggo: Pulang dari Pasar, Penjual Rujak Dibegal di Liprak Wetan, Didorong hingga Pingsan

Inneke Agustin • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:37 WIB

 TKP: Lokasi korban ditemukan pingsan usai jadi korban begal di Liprak Wetan. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

TKP: Lokasi korban ditemukan pingsan usai jadi korban begal di Liprak Wetan. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

BANYUANYAR, Radar BromoAksi begal motor makin menjadi-jadi di Kabupaten Probolinggo. Kamis (30/7) pagi, seorang ibu rumah tangga dibegal saat pulang dari pasar sekitar pukul 07.30.

Korban yaitu Marfua, 50, warga Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Korban bercerita, saat itu ia baru pulang berbelanja di Pasar Sebaung, Kecamatan Gending, untuk kebutuhan berjualan rujak di rumahnya.

Sendirian ia naik motor Honda Beat Merah Putih dari arah utara menuju selatan. Sekitar 150 meter dari rumahnya, tiba-tiba motornya dipepet sebuah motor dari belakang. Dua lelaki mengendarai motor itu berboncengan.

“Mereka berbadan sedang dan sepertinya masih muda. Saya tidak seberapa jelas wajahnya karena menggunakan helm teropong,” katanya saat ditemui di rumahnya, (31/7).

Sembari mengacungkan celurit ke arah korban, pelaku yang menyetir meminta korban turun dari motornya. Karena takut, korban pun menuruti permintaan itu. Ia lantas menepi untuk turun dari motornya.

Cuma kan turun dari motor itu butuh waktu ya. Sepertinya mereka sudah tidak sabar. Mereka memegang lengan kanan saya dan mendorong saya hingga saya jatuh ke sungai. Lalu motor saya dibawa lari ke selatan,” katanya.

Akibatnya, kepala korban terbentur ke bibir sungai. Ia bahkan sempat pingsan sekejab di sungai itu. Setelah siuman, korban pun berteriak minta tolong. Namun tidak ada orang yang datang karena suasana jalan memang sepi.

Baca Juga: Sebelum Beraksi di Dam 8 Maron Probolinggo, Karyawati Sampoerna Juga Dibegal di Brani Wetan, tapi Aksi Begal Gagal

 Saya lalu naik ke jalan. Baru kemudian ada orang lewat yang membantu saya,” tuturnya.

Korban lantas diantar pulang ke rumahnya. Namun seharian itu dia tidak bisa berjualan karena badannya sakit semua.

Bahkan setelah kejadian itu, korban tidak lagi jualan rujak. Sebab, untuk belanja dia harus ke Pasar Sebaung dengan naik motor. Sementara motor satu-satunya yang dia punya dibegal.

“Saya harap motor tersebut bisa kembali dan pelakunya tertangkap. Sebab, itu motor untuk bekerja,” katanya.

Atas kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp 17 juta. Meski demikian, ia belum melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Banyuanyar.

“Saya khawatir kalau laporan ke kepolisian nanti ada biaya. Sementara saya tidak punya uang. Tapi Kamis (30/7), setelah kejadian itu, polisinya sudah ke sini,” ujarnya.

Kapolsek Banyuanyar AKP Siswandi mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah korban dan tempat kejadian perkara (TKP). “Kami telah meminta keterangan dari korban dan olah TKP pada Kamis (30/7). Namun hingga hari ini (31/7), memang belum menerima laporan resmi dari korban. Nantinya akan kami tindak lanjuti lagi,” terangnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
liprak wetan beat banyuanyar probolinggo begal