BUMDes Sungi Wetan Pasuruan Kembali Dibobol Maling, Usai Tahun Lalu CCTV-Wifi Dicuri, Kini Kulkas dan Tabung Gas Amblas

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:21 WIB

 

OLAH TKP: Anggota Unit Reskrim Polsek Pohjentrek Bripka Fiki melakukan olah TKP, Selasa (28/7) pagi di toko milik BUMDes Sungi Wetan.
OLAH TKP: Anggota Unit Reskrim Polsek Pohjentrek Bripka Fiki melakukan olah TKP, Selasa (28/7) pagi di toko milik BUMDes Sungi Wetan.

 

POHJENTREK, Radar BromoToko milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, kembali dibobol maling. Sejumlah aset milik BUMDes pun raib.

Peristiwa itu diketahui Selasa (28/7) sekitar pukul 04.00. Saat itu, Ketua BUMDes Sungi Wetan Mokhammad Didik datang ke lokasi untuk membuka toko seperti biasa.

Namun setibanya di lokasi, ia mendapati rolling door toko sudah dalam kondisi terbuka.

Merasa ada yang janggal, Didik memeriksa bagian dalam toko. Hasilnya, sejumlah barang inventaris diketahui telah hilang.

Di antaranya, dua unit kulkas pendingin es krim, tiga tabung gas, serta beberapa barang lainnya.

Saat itu juga, Didik langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Keboncandi.

Baca Juga: Upaya Pemdes Sungi Wetan Hidupkan BUMDes dengan Tampung Produk UKM

Hingga kini, BUMDes masih melakukan pendataan untuk memastikan seluruh barang yang hilang. Sekaligus menghitung total nilai kerugian akibat pencurian tersebut.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, laporan sudah diterima kepolisian dan saat ini pelapor masih melengkapi data barang yang hilang.

"Benar, sudah ada laporan ke polsek. Saat ini pelapor masih melengkapi data barang yang hilang, sehingga total kerugian masih didata," ujarnya, Rabu (29/7).

Selain dua unit kulkas pendingin es krim dan tiga tabung gas, menurut Junaidi, masih ada beberapa barang lain yang diduga dibawa kabur pelaku.

Karena itu, polisi belum dapat memastikan total kerugian sebelum pendataan dari pelapor selesai.

Kasus pencurian di toko milik BUMDes itu bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu, BUMDes Sungi Wetan juga pernah dibobol maling.

Saat itu, pelaku menggondol perangkat CCTV dan jaringan wifi yang terpasang di lokasi.

Menurut Junaidi, setelah kejadian tersebut, kepolisian sebenarnya telah mengimbau agar pengelola kembali memasang CCTV sebagai langkah antisipasi. Namun karena keterbatasan anggaran, perangkat CCTV belum dipasang.

"Karena CCTV belum dipasang lagi, tentu kali ini kami tidak memiliki rekaman yang bisa dijadikan petunjuk awal. Meski demikian, anggota tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya," tegasnya.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta mendalami kemungkinan adanya petunjuk lain di lokasi kejadian.

Kepolisian berharap proses pendataan barang yang hilang segera rampung agar penyelidikan dapat dilakukan secara lebih maksimal. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
sungi wetan pasuruan bumdes pencurian dibobol maling