Pulang Kerja Pagi, Karyawati SPPG Dibegal di Jalan Abdurrahman Wahid Probolinggo: Korban Takut usai Diancam Celurit

Inneke Agustin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 17:32 WIB
TKP: Kawasan depan Pro Futsal di Jalan Abdurrahman Wahid tempat korban kena begal.
TKP: Kawasan depan Pro Futsal di Jalan Abdurrahman Wahid tempat korban kena begal.

 

KADEMANGAN, Radar BromoAksi begal motor terus meneror pengguna jalan di Probolinggo. Rabu pagi (29/7), karyawati Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Probolinggo dibegal saat pulang kerja.

Informasi yang dihimpun, aksi begal motor itu terjadi sekitar pukul 04.30. Korbannya adalah Wahyuni Intan, 35, warga Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Wahyuni Intan kehilangan motor beserta beberapa barang berharga setelah dihadang dua pelaku bersenjata tajam di Jalan Abdurrahman Wahid, Kota Probolinggo.

Kanit Reskrim Polsek Kademangan Bripka Dedik Susianto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30.

Saat itu, korban mengendarai motor Honda Beat hitam Nopol N 2514 TDZ dari timur menuju barat.

"Sesampainya di lokasi kejadian, korban dipepet oleh dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor dari arah belakang," ujar Dedik.

Baca Juga: Sebelum Beraksi di Dam 8 Maron Probolinggo, Karyawati Sampoerna Juga Dibegal di Brani Wetan, tapi Aksi Begal Gagal

Pelaku yang duduk di belakang, lantas mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Korban sempat mempercepat laju kendaraannya untuk menghindari pelaku.

Namun kedua pelaku terus mengejar hingga akhirnya berhasil menyabet tas yang dibawa korban menggunakan celurit.

Di dalam tas tersebut terdapat sebuah telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 100 ribu. Tas itu kemudian ditarik oleh pelaku.

"Pelaku berhasil memotong tas korban menggunakan celurit. Handphone dan uang tunai yang ada di dalam tas ikut dibawa," katanya.

Tidak berhenti di situ. Pelaku terus mengejar korban hingga membuat korban ketakutan. Korban lantas memilih turun dan meninggalkan motornya.

"Karena takut, korban turun dari motornya. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban dengan berbalik arah ke timur," jelas Dedik.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 15 juta.

Meski hingga kini korban belum membuat laporan resmi ke Mapolsek Kademangan, polisi telah menerima laporan secara lisan dan langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

Petugas sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga meminta keterangan dari korban.

Selanjutnya kami akan mengumpulkan alat bukti lain. Termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi, untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku," pungkas Dedik. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
Honda beat SPPG jalan Abdurrahman wahid probolinggo begal