Dor.. Jatanras Lumpuhkan Dua Spesialis Maling Motor Bersweter 9 TKP di Malang

Sholeh Hilmi Qosim • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 22:47 WIB
TAK JERA: Hendri (putih depan) dan Rosyid (belakang) dibekuk Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, (23/7) atas aksi curanmor 9 TKP di Kabupaten Malang. (Foto: Sholeh Hilmi/Jawa Pos)
TAK JERA: Hendri (putih depan) dan Rosyid (belakang) dibekuk Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, (23/7) atas aksi curanmor 9 TKP di Kabupaten Malang. (Foto: Sholeh Hilmi/Jawa Pos)

 

MALANG, Radar Bromo-Petualangan dua spesialis maling motor asal Malang berujung bui. Hendri, 49, warga Kecamatan Gedangan, dan Rosyid, 38, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, berakhir dengan timah panas polisi. 

Keduanya ditangkap dan diamankan di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim (23/7) atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan terlibat pada 9 tempat kejadian perkara (TKP) di Malang.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku punya target khusus. Dua warga Kabupaten Malang ini menyasar motor yang berada di area parkiran dan halaman rumah.

Lantaran berusaha kabur saat ditangkap petugas di Tirtoyudo, Malang, Rabu malam (22/7), keduanya pun terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, keduanya merupakan residivis yang baru keluar dari penjara setahun lalu.

Dalam menjalankan aksinya, Hendri dan Rosyid punya peran masing-masing. Hendri bertindak sebagai eksekutor sedangkan Rosyid menjadi joki pengawas lingkungan.

”Dari keterangannya berhasil melakukan sembilan TKP. Modusnya, parkiran dan perumahan,” ujar Jumhur.

Baca Juga: Tujuh Komplotan Curanmor asal Pasuruan dan Jember Dibekuk Jatanras Polda, Penadah asal Probolinggo Diburu

Keduanya bisa dikatakan sudah sangat lihai dan terampil dalam beraksi. Bahkan peralatan yang digunakan pun terbilang komplet. Mulai dari 8 buah kunci T, 2 gagang kunci T, tang jepit, hingga senter kecil untuk melangsungkan aksi pembobolan kunci motor dan gembok rumah.

Tak ketinggalan, kedua pelaku juga membawa senjata tajam berupa golok turut disiapkan pelaku untuk berjaga-jaga. ”Tidak menutup kemungkinan kalau memang terdesak, mereka menggunakan sajam untuk perlawanan,” beber Jumhur.

Tak hanya perlengkapan, dari tangan tersangka juga disita enam sweter. Diduga sweter tersebut digunakan untuk mengaburkan jejak. ”Kalau habis melakukan, buka sweter untuk mengaburkan ciri-ciri,” terangnya.

Pada saat penangkapan, keduanya ditengarai juga sempat berusaha melawan. Sehingga pihak kepolisian terpaksa menghadiahi timah panas pada betis masing-masing pelaku.

Kini pihak kepolisian juga masih memburu pelaku yang lain. ”Masih kami kembangkan sama jaringan yang sebelum-sebelumnya itu,” tegas Jumhur. (leh/JawaPos)

Editor : Muhammad Fahmi
Sumber : Jawa Pos
sweter jatanras malang curanmor maling motor