
GENDING, Radar Bromo-Aksi begal motor terus meneror pengguna jalan di Probolinggo. Kali ini begal beraksi di tikungan Pantai Bentar, ruas jalan pantura Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kamis pagi (23/7).
Tak tanggung-tanggung, dua motor sekaligus dirampas oleh kawanan pelaku begal.
Korbannya adalah Eka Dewi Agustini, 28, warga Dusun Krajan, Desa Curahsawo, Gending dan Tulis, 55, warga Desa Tamansari, Dringu. Kedua korban dibegal saat berangkat bekerja, sekitar pukul 04.55.
Korban Eka bekerja di sebuah laundry di Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Ia berangkat mengendarai motor Scoopy warna merah hitam Nopol N 2431 MD.
Setelah laju kendaraan menempuh jarak sekitar 300 meter, korban melihat ada motor yang mengekor di belakangnya. Dua motor itu masing-masing dikendarai oleh dua orang berboncengan.
Karena terbiasa lewat di ruas jalan yang sama setiap hari, korban pun tidak menaruh curiga. Korban menduga, motor di belakangnya adalah pengendara yang sedang melintas.
Namun dugaan itu keliru, saat tiba di tikungan Pantai Bentar yang saat itu sepi, motor yang mengekor paling depan menaikkan kecepatannya. Lalu memepet bagian belakang motor korban.
Dipepet seperti itu, korban spontan menepi hingga melaju ke bahu jalan. Namun, karena terlalu menepi korban korban jatuh bersama motornya.
“Awalnya saya mengira kecelakaan, ditabrak oleh pengendara motor yang di belakang saya,” terangnya saat ditemui di rumahnya.
Beberapa saat kemudian, korban baru sadar bahwa dia sedang jadi target pelaku begal. Karena begitu korban jatuh, pelaku yang dibonceng langsung turun dan menghampirinya.
Tanpa banyak kata, pelaku yang menggunakan helm, jaket, dan sarung itu memaksa korban menyerahkan motor yang dikendarainya. Korban kaget, lalu berdiri dan berteriak meminta tolong.
Hendak Menolong, Malah Dibegal
Pada saat bersamaan, Tulis, 55, warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, melaju menggunakan motor Yamaha Vega R warna biru Nopol N 4517 PV. Dia melaju dari arah barat ke timur.
Mendekati tikungan Pantai Bentar, pekerja di miniatur Kakbah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, ini mendengar teriakan minta tolong. Dia pun segera mencari sumber suara dan menemukan korban Eka yang terjatuh.
Tulis pun menghentikan motornya. Niatnya membantu korban Eka. Namun baru saja motornya berhenti, tiba-tiba pelaku lainnya menghadang Tulis.
Pelaku bahkan mengacungkan celurit sambil mengancam korban Tulis. Melihat senjata tajam tersebut, Tulis kemudian mundur dari motornya.
Momen itu dijadikan kesempatan oleh para pelaku untuk merampas juga motor milik korban Tulis. Mereka lantas segera kabur ke barat membawa dua motor sekaligus.
“Warga Desa Tamansari itu (Tulis, Red) mengira saya kecelakaan. Hendak menolong, ternyata juga turut kena begal. Pelaku yang berjumlah empat orang itu langsung kabur setelah merampas motor,” terangnya.
Atas kejadian itu, korban Eka tidak hanya kehilangan motor. Namun juga kehilangan sejumlah barang penting.
Meliputi STNK, KTP, dan HP yang disimpannya di jok motor. Selain itu, dia menderita luka di kaki kanan akibat ditabrak pelaku hingga terjatuh.
“Pembegalan ini sudah saya laporkan ke Polsek Gending. Tentunya saya berharap pelaku bisa ditangkap karena meresahkan pengguna jalan. Dan motor saya bisa kembali karena motor itu saya beli dari hasil menabung selama bekerja sebagai karyawan laundry,” tuturnya.
Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widy Purwa mengatakan, pihak kepolisian telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut.
Saat ini, petugas dari Satreskrim Polres Probolinggo dan fungsi terkait telah melakukan serangkaian tindakan.
“Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta melengkapi alat bukti,” tandasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi