BANYUANYAR, Radar Bromo-Maryani, karyawati pabrik rokok PT Sampoerna Kraksaan tak pernah menyangka dirinya bakal jadi korban begal.
Sebab, lokasi tempat ia kena begal di ruas jalan Los Malang, Dusun Polai, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo adalah jalur yang ia lewati sehari-hari.
Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo Maryani yang asal Dusun Alas, Desa Liprak Kidul itu menceritakan kronologi yang dialaminya Selasa pagi (21/7) itu.
Karyawati pabrik rokok Sampoerna Kraksaan ini dibegal saat berangkat bekerja. Korban terpaksa menyerahkan motor Honda Beat yang dikendarainya, setelah pelaku mengacungkan celurit dan mengancamnya.
Aksi begal itu terjadi sekitar pukul 04.40. Saat itu Mariyani hendak berangkat bekerja mengendarai motor Honda Beat warna merah hitam bernomor polisi N 6320 NI.
Mariyani diantar oleh anak perempuannya Aliyani, 18, dan ikut serta anak perempuan Mariyani yang masih berusia 7 tahun.
Aliyani yang menyetir motor, kemudian adiknya berada di tengah. Sementara Mariyani berada dibelakang.
Mereka berangkat dari rumahnya hendak ke tempat parkir kendaraan penjemputan karyawati pabrik rokok di Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar.
“Memang sudah biasa berangkat pagi. Saya diantar anak perempuan pertama. Saat itu juga ikut adiknya yang masih kelas 1 SD,” kata Mariyani saat ditemui di rumahnya.
Karena telah biasa melewati jalan yang sama, korban tak curiga sedikitpun.
Sesampainya di ruas jalan Los Malang, Dusun Polai, Desa Tarokan yang sepi, ia melihat ada motor matik mengekor di belakang. Motor ini dikendarai oleh dua pria tak dikenal menggunakan helm.
Korban tetap tidak menaruh curiga, menganggap orang tersebut adalah pengendara motor yang sedang melintas.
Sesampainya di TKP tiba-tiba motor yang mengekor tersebut menyalip. Seolah-olah melihat siapa yang mengendarai motor dan mencari sasaran.
Setelah beberapa meter menyalip. Kemudian motor pelaku putar balik kembali mengekor motor korban.
Pelaku kemudian tancap gas memepet korban. Hingga korban menepi lalu menghentikan motornya.
Saat motor berhenti salah satu pelaku yang sebelumnya dibonceng turun dari motor sambil menenteng sebuah celurit.
Pelaku kemudian mendekati korban lalu mengacungkan celurit dan mengancam korban. Korban yang semuanya perempuan langsung ketakutan.
Hingga akhirnya menyerahkan motor tersebut. Setelah mendapatkan motor, para pelaku kemudian kabur ke arah timur menuju ruas jalan Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar.
Setelah kejadian tersebut banyak pengendara motor yang melintas. Korban menceritakan jika telah menjadi sasaran aksi pembegalan. Akhirnya korban menghubungi Muhammad Ismail, 45, suaminya yang saat itu berada di rumah. Suami korban kemudian datang lalu membawa istri dan dua anak perempuannya pulang ke rumah.
“Motor yang mau diambil awalnya ditahan oleh anak saya (Aliyani, Red). Saat itulah pelaku memaksa sambil mengangkat celurit yang dipegang. Akhirnya saya memeluk dua putri saya itu. Membiarkan pelaku membawa kabur motor,” ucap Mariyani. (ar/fun)
Editor : Muhammad Fahmi