WINONGAN, Radar Bromo-Tewasnya nenek dukun pijal asal Dusun Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan bernama Nurami masih didalami polisi.
Petugas Polsek Winongan bersama Tim Buser Satreskrim Polres Pasuruan tiba di lokasi, tak lama setelah menerima laporan ada warga meninggal bersimbah darah. Petugas lantas memasang garis polisi di sekitar rumah korban untuk kepentingan penyelidikan.
Tim kepolisian kemudian melakukan olah TKP secara menyeluruh. Sejumlah barang bukti diamankan. Dan jasad korban dievakuasi ke RSUD Grati untuk menjalani visum.
Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.30. Anggota langsung diterjunkan ke lokasi bersama Tim Buser Satreskrim Polres Pasuruan untuk melakukan penanganan awal.
Menurutnya, ditemukan sejumlah luka pada jenazah korban. Antara lain, luka pada wajah, kepala samping kanan, dan memar bagian dada.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi, melakukan pengecekan dan olah TKP. Kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Grati untuk keperluan visum," jelasnya.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban. Namun hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan.
"Langkah kami saat ini mengumpulkan seluruh keterangan saksi, mencari CCTV yang memungkinkan merekam pelaku, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku," tegas Nanang.
Hingga Rabu sore, polisi masih mendalami kasus tersebut. Kapolsek AKP Nanang mengatakan, Nurami alias Mbok Mi diduga jadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan (perampokan, Red) yang mengakibatkan korban meninggal.
Hal itu diperkuat dengan hilangnya sejumlah perhiasan korban. Seperti gelang dan kalung emas. Polisi juga masih mendalami kemungkinan barang korban lain yang juga hilang.
“Terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Saat ini kami terus mengumpulkan barang bukti serta keterangan saksi guna mengungkap motif maupun identitas pelaku,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Winongan Kidul Osin mengaku terkejut saat menerima kabar seorang warganya ditemukan meninggal secara tidak wajar.
Saat itu, dirinya sedang mengikuti rapat di Kecamatan Pasrepan. Begitu memperoleh informasi, ia langsung izin meninggalkan rapat dan menuju lokasi kejadian.
"Saya langsung kembali begitu mendapat kabar. Tentu sangat kaget karena selama ini desa kami relatif aman dan kehidupan masyarakatnya rukun," ujarnya.
Osin menjelaskan, di desanya sebenarnya telah dipasang cukup banyak kamera pengawas atau CCTV. CCTV dipasang di sejumlah titik strategis di desa.
Namun, upaya menelusuri terduga pelaku melalui rekaman CCTV terkendala. Sebab, saat orang yang diduga pelaku datang, listrik di wilayah tersebut sedang padam. Sehingga kamera CCTV tidak dapat merekam aktivitas.
"Padahal CCTV cukup banyak. Hanya saja kebetulan listrik sedang mati. Jadi tidak ada rekaman yang bisa dijadikan petunjuk. Kami berharap pelakunya segera terungkap," harapnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi