Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mau Jemput Adik Sekolah, Motor Vario Perempuan di Blado Kulon Probolinggo Dibegal: Korban Dipepet lalu Didorong

Inneke Agustin • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:39 WIB
OLAH TKP: Siti Rofi`ah bersama kepolisian di lokasi pembegalan di Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7).
OLAH TKP: Siti Rofi`ah bersama kepolisian di lokasi pembegalan di Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (14/7).

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Aksi begal motor terus meneror warga Probolinggo. Kali ini terjadi di Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Seorang perempuan bernama Siti Rofi'ah, 20, warga setempat dibegal ketika hendak menjemput adiknya pulang sekolah, Selasa (14/7) siang.

Ia menjadi korban pembegalan oleh dua pria tak dikenal di jalan perbatasan Desa Blado Kulon-Desa Tegalmojo, sekitar pukul 14.00.

Selain kehilangan sepeda motor Honda Vario hitam bernopol N 4146 MY, korban juga terluka akibat terjatuh saat didorong pelaku.

Siti mengaku hendak menjemput adiknya yang pulang sekolah di Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending.

Siti berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor. “Biasanya memang sendirian dan tidak pernah ada masalah. Kemarin suasana jalan memang sepi," ujarnya.

Baca Juga: Penjual Tempe Dibegal di Jalan Mastrip Depan Makam Tionghoa Wonoasih Probolinggo: Disabet Celurit, Beat Amblas  

Sebelum dibegal, korban mengaku sempat berpapasan dengan dua pria yang berboncengan menggunakan Honda Vario merah tanpa pelat nomor di persimpangan.

Korban melaju dari timur, sedangkan kedua pelaku dari barat. Mereka kemudian sama-sama mengarah ke utara.

Menurut korban, wajah kedua pelaku sulit dikenali karena tertutup helm dan masker.

Pengemudi motor bertubuh kurus berjaket dan helm hitam. Yang dibonceng lebih gemuk, berkulit gelap, mengenakan baju hijau, celana jins selutut, helm dan masker putih.

Awalnya korban tidak curiga. Bahkan mengira petugas bank titil yang sedang melintas.

“Saya sempat melihat lewat spion, posisi mereka masih cukup jauh di belakang. Lama-lama mereka mendekat," katanya.

Kecurigaan korban mulai muncul ketika pelaku memepetnya dari sisi kanan.

Salah seorang pelaku langsung mencabut dan merampas kontak motor hingga mesin motornya mati. Pelaku yang dibonceng turun dan mendorong korban hingga terjatuh.

“Lutut saya lecet karena jatuh. HP saya juga ikut terjatuh. Saat saya hendak mengambil HP, pelaku mengira saya mau melawan, lalu dia mengacungkan celurit ke arah saya," kata Siti.

Terancam dan tidak dapat berbuat banyak, korban hanya bisa menyaksikan kedua pelaku membawa kabur motornya.

Para pelaku putar balik ke selatan melalui jalan tembus menuju desa lain. Bukan melewati jalur yang sebelumnya dilalui.

Korban tidak dapat meminta pertolongan karena lokasi kejadian sepi dan jauh dari permukiman. Setelah pelaku pergi, ia menghubungi keluarganya untuk dijemput. Sambil menunggu, korban menghentikan seorang warga yang melintas untuk meminta bantuan.

“Awalnya warga yang lewat sempat tidak percaya, mengira saya mengada-ada. Setelah saya jelaskan kejadiannya, akhirnya keluarga datang menjemput," ujarnya.

Korban memastikan tidak ada barang berharga lain yang tersimpan di bagasi sepeda motor. Ia juga belum dapat memperkirakan besarnya kerugian materi akibat peristiwa tersebut.

Meski mengaku tidak ikhlas kehilangan kendaraannya, korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian. “Semoga pelakunya segera ditemukan, supaya tidak semakin meresahkan masyarakat," harapnya.

Terpisah, Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Iwana mengaku belum menerima laporan resmi dari korban hingga Rabu (15/7) siang.

Namun polisi telah bergerak sesaat setelah menerima informasi kejadian. “Sesaat setelah kejadian, kami sudah mendatangi korban, meminta keterangan, sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara,” jelasnya. (gus/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
blado kulon tegalsiwalan vario begal motor probolinggo