WINONGAN, Radar Bromo-Warga Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan Rabu siang (15/7) geger. Itu setelah warga setempat ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya.
Korban diketahui bernama Nurami. Usianya sudah sepuh, sekitar 80 tahun.
Jenazahnya ditemukan bersimbah darah di wajahnya sekitar pukul 10.45.
Adalah sang cucu Siti Khoiriyah, 31 yang pertama kali menemukan jenazah neneknya tergeletak di kamar.
Saat itu Khoiriyah hendak meminjam jarum ke neneknya. Ia pun masuk ke kamar sang nenek.
Betapa terkejutnya, ia mendapati nenek tergeletak bersimbah darah di wajah dalam kamarnya.
Baca Juga: Sound System Warung BUMDes di Winongan-Pasuruan Dimaling, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Ia pun langsung berteriak minta tolong pada sejumlah kerabat dan tetangganya.
Menurut Khoiriyah, sebelum kejadian, rumah sedang sepi. Anak-anak korban tengah bekerja.
“Nenek saya tadi pagi sempat ke sawah. Setelah itu pulang. Saat saya kesini, sudah meninggal,” terang Khoiriyah.
Saat neneknya ditemukan meninggal, gelang dan kalung emas yang biasanya dikenakan korban didapati hilang.
Tak berselang lama, petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Jenazah korban pun lantas dievakuasi ke RSUD Grati. Polisi juga melakukan olah TKP.
Menurut keterangan sejumlah warga, ada yang sempat melihat korban sempat kedatangan tamu yang mengendarai motor matik besar (kemungkinan Honda PCX).
Kades Winongan Kidul, Osin mengaku cukup kaget dengan insiden itu. “Saat mendengar kabar itu, saya lagi ada rapat di Pasrepan,” terangnya.
Mendengar ada kabar warganya meninggal tak wajar, ia pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Ia mengaku cukup shock.
Sebab, desanya selama ini dikenal dengan warganya yang guyub dan tenteram.
Yang agak janggal, di desanya sejatinya banyak CCTV. Namun, tak ada yang merekam kedatangan pelaku. Sebab, saat pelaku dating, listrik sedang padam. “Kami harap segera terungkap,” harapnya.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari polisi. Pihak kepolisian masih sibuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi