Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Lacak Terduga Pelaku Penipuan Pelajar di Winongan Pasuruan

Fuad Alyzen • Selasa, 14 Juli 2026 | 23:22 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

WINONGAN, Radar Bromo - Penyelidikan kasus dugaan tipu gelap yang menimpa pelajar asal Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir.

Setelah menerima laporan korban, Polsek Winongan kini mulai mengumpulkan alat bukti dan menelusuri jejak pelarian dua terduga pelaku, yang membawa kabur sepeda motor Honda Vario dan telepon genggam milik korban.

Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung.

Polisi telah meminta keterangan dari dua orang saksi, yakni korban MDF, 16, serta orang tua korban untuk melengkapi rangkaian penyelidikan.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah memeriksa dua orang saksi, yaitu korban dan orang tuanya, untuk mendalami kronologi serta mengumpulkan petunjuk," ujarnya.

Selain memeriksa saksi, polisi juga mulai menelusuri jalur pelarian terduga pelaku.

Upaya itu dilakukan, dengan melacak kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang diduga dilalui pelaku usai menjalankan aksinya.

Nanang mengungkapkan, sejauh ini penyidik telah mengamankan dua rekaman CCTV, yang diduga merekam pergerakan pelaku ke arah barat.

Rekaman tersebut akan menjadi bahan analisis lebih lanjut, untuk mengidentifikasi pelaku maupun kendaraan yang digunakan.

"Kami juga melakukan pelacakan area digital CCTV, yang diduga merekam pelarian pelaku ke arah barat. Saat ini, sudah ada dua rekaman CCTV yang kami amankan dan selanjutnya akan kami koordinasikan dengan Satreskrim Polres Pasuruan untuk proses identifikasi lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, pelajar asal Kecamatan Winongan, menjadi korban dugaan tipu gelap pada Minggu (5/7) sore di Jalan Raya Mendalan, Dusun Bicaan, Desa Mendalan.

Korban diperdaya dua pria tak dikenal, dengan modus meminta bantuan menemui seseorang yang disebut sebagai "pakde".

Saat korban diajak berkeliling menggunakan sepeda motor pelaku, kendaraan Honda Vario 125 milik korban beserta ponsel Vivo Y36 yang dititipkan kepada saksi, justru dibawa kabur.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 27,5 juta. Polisi berharap, hasil analisis rekaman CCTV dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas kedua terduga pelaku, sekaligus mempercepat proses pengungkapan kasus tersebut. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
motor penipuan pencurian curanmor pelajar