WONOASIH, Radar Bromo-Aksi begal motor di Jalan Mastrip depan area makam Tionghoa, Wonoasih, Kota Probolinggo bukanlah yang pertama terjadi.
Tiga bulan sebelumnya, kejadian serupa dialami Muslimah, 49, warga Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Pada Rabu (11/3) sekitar pukul 03.00, motor Honda Vario hitam Nopol N 3959 QJ miliknya dirampas dua orang tak dikenal. Korban dibuntuti sebuah motor dan dibegal di Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok.
Saat itu, korban dalam perjalanan pulang kerja. Tiba-tiba ia dicegat oleh dua lelaki berboncengan motor di dekat RTH Kedopok, sekitar 300 meter dari Makam Tionghoa.
Mereka meminta korban berhenti. Lalu, korban didorong dari motor hingga terjatuh ke badan jalan. Tak puas sampai di situ, pelaku yang menyetir motor mengancam korban dengan celurit.
“Saya kasihkan motor saya. Bukan hanya itu, pelaku juga minta perhiasan yang saya gunakan. Ya juga saya berikan,” kata Muslimah.
Atas kejadian tersebut, Muslimah menderita total kerugian sekitar Rp 36 juta. Belum lagi karena terjatuh ke aspal, ia luka di lutut dan jari kaki, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Wonoasih.
“Setelah kejadian, saya bersembunyi di dekat pohon. Lalu ada remaja patrol yang melintas dan membantu saya. Para pencuri lari ke timur melintasi pasar sapi dan dikejar oleh para remaja ini. Tapi hasilnya nihil,” tuturnya saat itu.
Belum juga terungkap aksi begal motor yang menimpa Muslimah, kini aksi begal kembali terjadi di lokasi yang sama yakni jalan Mastrip depan Makam Tionghoa, Jalan Mastrip, Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Kamis (9/7) pagi, seorang penjual tempe dibegal di ruas jalan raya depan makam. Korban adalah Mohammad Sofiyudin, 27, warga Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Motor Honda Beat Nopol N 3930 RB miliknya pun dibawa kabur kawanan begal.
Sebenarnya, korban berangkat jualan tempe tidak terlalu dini, sekitar pukul 05.10. Ia berangkat dari rumahnya dengan membonceng kotak tempe di motornya menuju Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Di jam itu, kondisi jalan sudah terang dan lalu lalang kendaraan sudah ramai. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi