Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Penjual Tempe Dibegal di Jalan Mastrip Depan Makam Tionghoa Wonoasih Probolinggo: Disabet Celurit, Beat Amblas  

Inneke Agustin • Kamis, 9 Juli 2026 | 17:50 WIB
MASIH SELIDIKI: Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP dan meminta keterangan terkait aksi begal motor di jalan Mastrip depan makam Tionghoa, Wonoasih, Kamis (9/7). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
MASIH SELIDIKI: Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP dan meminta keterangan terkait aksi begal motor di jalan Mastrip depan makam Tionghoa, Wonoasih, Kamis (9/7). (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Aksi begal motor masih meneror pengguna jalan di Probolinggo. Selang 3 bulan, aksi begal kembali terjadi di depan Makam Tionghoa, Jalan Mastrip, Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kamis (9/7) pagi, seorang penjual tempe dibegal di ruas jalan raya depan makam.

Korban adalah Mohammad Sofiyudin, 27, warga Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Motor Honda Beat Nopol N 3930 RB miliknya pun dibawa kabur kawanan begal.

Sebenarnya, korban berangkat jualan tempe tidak terlalu dini, sekitar pukul 05.10. Ia berangkat dari rumahnya dengan membonceng kotak tempe di motornya menuju Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Di jam itu, kondisi jalan sudah terang dan lalu lalang kendaraan sudah ramai.

“Korban melintas dari Jalan Sunan Ampel ke barat, kemudian berhenti di Pasar Krempyeng, Kelurahan Jrebeng Lor. Di sana korban sempat menjual lima lembar tempe,” terang Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aipda Arief Al Hidayat.

Setelah itu, korban melanjutkan berjualan melintasi Jalan KH. Ilyas dan Jalan Sunan Bonang. Hingga tembus di simpang empat SMKN 1 Probolinggo.

Baca Juga: Antisipasi Begal, Sisir Titik Rawan di Kota Probolinggo: Mulai Kawasan TWSL hingga Makam Cina Wonoasih

“Setelah itu, korban belok kiri, ke arah selatan melintasi Jalan Mastrip. Itu masih belum terasa kalau dibuntuti pelaku,” tuturnya.

Korban baru merasa dibuntuti saat melintas di depan RTH Kedopok. Para pelaku berjumlah empat orang dengan berboncengan menggunakan dua motor. Satu menggunakan motor Yamaha Mio J, sementara yang lain tak jelas menggunakan motor jenis apa.

Sesampainya di depan Makam Tionghoa, korban lantas disalip oleh motor pertama. Secara mendadak, pelaku yang duduk di belakang merampas kontak motor korban. Lalu, menyerang korban dengan senjata tajam jenis celurit.

“Ketika diserang pertama ini kena helm korban. Korban langsung menepi dan berhenti. Lalu, diserang lagi oleh para pelaku kedua. Kali ini kena ke kaca helmnya hingga pecah,” terangnya.

Korban yang ketakutan langsung lari meninggalkan motornya. Ia sempat meminta tolong, namun saat itu tidak ada satu kendaraan pun yang melintas. Kesempatan itu digunakan para pelaku untuk membawa lari motor korban ke arah selatan.

“Sedangkan korban berlari ke rumah warga terdekat untuk mencari bantuan,” ujar Arief.

Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman Hadi menambahkan, pihaknya menerima laporan melalui Call Center 112 dan langsung merapat ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, petugas mendapati korban mengalami luka di jari tangan kirinya.

“Kami masih mendalami penyebab lukanya tersebut. Apakah karena menangkis serangan dari pelaku atau kena pecahan kaca helmnya atau karena lainnya. Korban kami bawa ke Puskesmas Wonoasih terlebih dahulu untuk mendapatkan pengobatan,” ungkapnya.

Pagi itu juga, anggota Polsek Wonoasih melakukan olah TKP dan penyelidikan atas kasus ini. Pada petugas, korban mengaku kehilangan 40 lembar tempe dengan total harga sekitar Rp 450 ribu. Sementara kerugian motornya mencapai Rp 16 juta.

“Bukan hanya itu, handphone korban juga hilang. Saat kejadian, handphone tersebut ia letakkan di telinga di dalam helm dan jatuh. Setelah kami cari kembali di lokasi kejadian, tidak ketemu,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Wonoasih #makam tionghoa #beat #begal motor #probolinggo