Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bidan Desa Dibegal di Paras Tegalsiwalan Probolinggo: Diacungi Celurit, Scoopy Amblas

Inneke Agustin • Senin, 6 Juli 2026 | 18:24 WIB
OLAH TKP: Korban Eka Jarmiati, bidan Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, saat menunjukkan lokasi dia dibegal Senin (6/7) pagi.
OLAH TKP: Korban Eka Jarmiati, bidan Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, saat menunjukkan lokasi dia dibegal Senin (6/7) pagi.

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo–Aksi begal motor kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Korbannya kali ini seorang bidan Desa Blado Kulon, Eka Jarmiati, 41.

Motor korban dibegal tiga lelaki di Jalan Curah Bubur, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Senin (6/7) pagi.

Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Iwana mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 04.45.

Saat itu, korban ada keperluan keluarga di Surabaya. Dia pun berangkat seorang diri dari rumahnya di Desa Blado Kulon dengan mengendarai motor Honda Scoopy warna hitam-merah.

"Korban melaju dari arah timur menuju barat. Saat melintas di Jalan Curah Bubur, Desa Paras, korban dipepet oleh tiga orang pelaku. Mereka berboncengan naik sebuah sepeda motor matik," ujarnya.

Seorang pelaku yang duduk paling belakang kemudian mengacungkan senjata tajam celurit ke arah korban.

Baca Juga: Berangkat Kerja, Karyawati Pabrik Rokok Sampoerna Dibegal di Gerongan Maron Probolinggo: Diancam Celurit, Beat Amblas

Sendirian dan merasa terancam, korban akhirnya menghentikan motornya di tepi jalan. Dia kemudian menyerahkan motornya pada komplotan begal itu.

"Korban memilih menepi dan menyerahkan kendaraannya karena pelaku mengancam menggunakan celurit," kata Henky.

Kesempatan itu dimanfaatkan para pelaku untuk merampas motor korban. Tidak hanya itu. Pelaku juga mengambil tas milik korban yang berisi sejumlah barang berharga, termasuk telepon genggam dan gelang emas.

Setelah berhasil menguasai barang-barang korban, ketiga pelaku langsung melarikan diri ke arah barat. Sementara korban yang sendirian, tidak berani melakukan perlawanan.

Selama beberapa saat kemudian, korban sendirian di TKP dan tidak ada yang membantu. Sebab, suasana masih pagi dan jalanan sedang sepi.

Baru setelah itu, ada warga yang melintas. Korban lantas meminta tolong untuk diantar pulang.

Korban sendiri menurut Kapolsek, sebenarnya cukup lama berhadap-hadapan dengan pelaku.

Namun kondisi yang masih gelap membuat korban tidak dapat melihat dengan jelas ciri-ciri maupun wajah para pelaku.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegalsiwalan pada Senin (6/7) siang. “Korban melapor ke Mapolsek dengan diantar suaminya,” tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, total kerugian akibat aksi pembegalan itu ditaksir mencapai Rp 19 juta.

Saat ini, jajaran Polsek Tegalsiwalan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Polisi juga mengumpulkan sejumlah petunjuk, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi," jelas Henky. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tegalsiwalan #celurit #scoopy #probolinggo #begal