KADEMANGAN, Radar Bromo – Pamit menjual timba pada keluarganya, Samsul Arifin, 36, malah tak pulang seharian. Tiba-tiba Sabtu (4/7) siang, ia ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah lahan kosong dekat Pantai Permata di Kelurahan Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo. Diduga, Samsul jadi korban pembunuhan.
Dugaan itu muncul. Sebab ditemukan sejumlah luka pada tubuh warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu. Selain itu, beberapa barang berharga milik korban hilang.
Jasad korban pertama kali ditemukan Samuji, 60, warga Kelurahan Sukabumi, Mayangan. Saat itu, saksi sedang mencari burung di kawasan tersebut.
Saat berjalan ke arah selatan, saksi melihat sesosok pria tergeletak di lahan kosong. Korban berpakaian lengkap, sweater merah dan sarung cokelat bermotif hitam.
Karena curiga, saksi mendekati dan mengeceknya. Saat itu, tubuh korban tidak bergerak.
"Setelah dipastikan korban tidak bergerak, saksi langsung memberi tahu warga sekitar, Nunung, 44. Kemudian diteruskan ke pihak kami," terang Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono.
Begitu mendapat laporan, petugas Polsek Kademangan bersama tim identifikasi Polres Probolinggo Kota langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).
Korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selama melakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Antara lain, sandal kanan korban berjarak sekitar delapan meter dari jasadnya. Lalu, sandal kirinya sekitar sepuluh meter.
“Kami juga menemukan bercak darah yang berasal dari bagian belakang kepala korban," jelas Suharsono.
Korban awalnya tidak diketahui identitasnya. Lalu Sabtu (4/7) malam, identitasnya terkuak setelah ada empat warga dari Pasuruan datang ke kamar jenazah untuk mengecek. Salah satunya, Abdurrahman, 46.
Saat dicek itulah dipastikan bahwa korban adalah Samsul Arifin. Anak bungsu dari lima bersaudara.
Abdurrahman yang datang bersama tiga saudaranya ke kamar jenazah bercerita, adiknya itu pamit keluar rumah, Jumat (3/7) pukul 13.30.
Korban mengaku hendak berbisnis menjual timba dengan seseorang yang baru dikenalnya dua hari lalu melalui TikTok.
Orang tersebut mengaku sebagai warga Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Korban kemudian berangkat seorang diri menggunakan motor Honda Beat dari Grati menuju Probolinggo.
"Mau bisnis timba katanya, tapi barangnya ambil di Malang. Ngajak ketemuan di Probolinggo dulu dan minta dibawakan uang Rp 10 juta untuk bisnis ini. Adik saya memang mudah percaya kalau urusan bisnis," katanya.
Namun, hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Keluarga pun mulai khawatir dan berusaha menghubungi telepon seluler korban. Berdasarkan fitur berbagi lokasi (share location), posisi terakhir korban berada di Desa Sumurmati.
"Sekitar pukul 21.30, handphone-nya masih berdering. Setelah itu sudah tidak bisa dihubungi. Kami lalu menyusul ke titik lokasi yang dikirim," ujarnya.
Sesampainya di lokasi, keluarga hanya menemukan sebuah rumah kosong. Mereka tidak menemukan korban, maupun orang yang dijanjikan bertemu dengannya.
Keesokan harinya, keluarga mendapat informasi ada penemuan jenazah di kawasan Pantai Permata.
Keluarga pun langsung datang untuk mengecek ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh. Setelah dicek, dipastikan jasad tersebut adalah Samsul Arifin.
Abdurrahman mengaku, ada yang janggal pada kondisi korban. Menurutnya, adiknya tidak pernah punya sweater merah seperti yang dipakai saat ditemukan. Saat pamit pergi, dia menggunakan kaus.
"Setahu kami dia tidak punya sweater merah. Kami menduga pakaian itu milik pelaku yang dipakaikan kepada korban," tuturnya.
Selain itu, sejumlah barang berharga korban hilang. Mulai sepeda motor, telepon genggam, dan dompet. Karena itu keluarga mereka menduga kuat, Samsul menjadi korban pembunuhan.
"Kami berharap kasus ini diusut tuntas. Kalau memang pembunuhan, kami minta pelakunya dihukum setimpal," tegasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi